Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Thursday, October 4, 2012

Wanita Pertama yg Masuk Surga

Adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali..!! Kaget? Sama seperti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.

Siapakah Muti’ah?
Karena rasa penasaran yang tinggi, Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali?

Setelah bertanya-tanya, akhirnya Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Fatimah berkunjung bersama si kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.

“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”

“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”

“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”

“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”

“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

***


Keesokan harinya, Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.

“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”

“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”

“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Fatimah kecewa.

***

Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali.

Akhirnya hari esok pun tiba. Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya.

Betapa senangnya Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Menurut Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita.

Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.

“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”

“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”

Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.

“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”

“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”

“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya HANYA MEMERLUKAN KERIDHOANNYA. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada SUAMI-YANG-BAIK dan sang suami ridlo kepada istrinya”

“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”

***

Subhanallah,
intinya :
Seorang anak berusaha mencari keridhoaan ORTU-nya...
Dan jika anda seorang istri carilah bagaimana mendapatkan keridho'an suami.!!source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Kisah Wanita Buta dan Suaminya

Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dengan tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus. Dengan tangannya yang lain di meraba posisi dimana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke Dalam bus mencari-cari bangku yang kosong dengan tangannya.

Setelah yakin bangku yang dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat.

Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna. Dia adalah wanita yang penuh dengan ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun di lingkungannya.

Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya. Kegelapan, frustrasi, dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yang selama ini dicita-citakan.

Merasa tak berguna dan tak ada seorang pun yang sanggup menolongnya selalu membisiki hatinya. “Bagaimana ini bisa terjadi padaku?” dia menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa. Tapi, tak peduli sebanyak apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdo’a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali.

Diantara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai suami yang begitu penyayang dan setia, Burhan. Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yg bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin dg seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak berkurang.

Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam kedalam jurang keputus-asaan. Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaya diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta.

Burhan tahu, ini adalah perjuangan yang tidak gampang. Butuh extra waktu dan kesabaran yg tidak sedikit. Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dengan terhormat. Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dengan harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan?

Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan. Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana saja sendirian. Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yang akan melindunginya ketika sendirian? Begitulah yang berkecamuk di dalam hati Yasmin yg putus asa. Tapi Burhan membimbing Jiwa Yasmin yg sedang frustasi dg sabar. Dia merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah, di mana Yasmin musti belajar huruf Braile.

Dengan sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yang dituju. Dengan Susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dengan seragam dinas security.

Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yg harus dijalaninya. Dengan hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang. Sebab Yasmin, bagaimanapun juga masih terpukul dengan musibah yg dialaminya.

Seperti yg diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan. “Saya buta, tak bisa melihat!” teriak Yasmin. “Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu telah benar-benar meninggalkan saya.” Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa yang musti dilakukan.

Mau tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yg mandiri. Burhan tak melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan setelah dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dengan tongkatnya. Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia berada.

Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dengan tenang Burhan pergi ke tempat dinas. Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yang begitu setia dan sabar membimbingnya. Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi. Tak mungkin juga selalu Diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yg harus dilakoni.

Dan dia adalah wanita yg dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan dan wanita yg tak bisa diam saja. Kini dia harus menjadi Yasmin yg dulu, yg tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan belajar. Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar, dengan mengendarai bus kota sendirian.

Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus, sopir bus berkata, “saya sungguh iri padamu”. Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya. “Anda bicara pada saya?” ” Ya”, jawab sopir bus. “Saya benar-benar iri padamu”. Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini, seorang buta, wanita buta, yg berjalan terseok-seok dengan tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri? “Apa maksud anda?”

Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu. “Kamu tahu,” jawab sopir bus, “Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dengan seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan. Dia memperhatikanmu dengan harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita beruntung, ada yang memperhatikan dan melindungimu”.

Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tersebut, dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yang lebih berharga dari penglihatan. Sebuah pemberian yang tak perlu untuk dilihat; kasih sayang yang membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Kisah Nyata Pak Suyatno

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah Senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
cinta sejati

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, Dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan Sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.


Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua Mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah Tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.” Anak2ku ……… Jikalau perkimpoian & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. (sejenak kerongkongannya tersekat) … kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkimpoiannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2... Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...”source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Kisah Cinta dari Cina

Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.

[Gambar: 211.jpg]

50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin. Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak. Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya,
"Apakah kau menyesal?"
Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun. Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu. Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

"Kau telah berjanji akan memeliharaku dan akan terus bersamaku sampai meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku akan dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari, Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Monday, July 2, 2012

MALAM PESTA SEORANG PENGANTIN WANITA

Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.

“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.

Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”

Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”

Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”


Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!

Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu !

Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.

Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.

Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.

Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.

Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!

Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.

--- SubhanAllah...---source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Pintu surga telah terbuka

Diceritakan dari Abdul Wahid bin Zaid, bahwa dia menuturkan sebuah kisah menarik. Dia bercerita:
Suatu ketika aku berada dalam sebuah kapal, tiba-tiba kapal yang aku tumpangi bersama seluruh penumpang terbawa oleh angin kencang menuju ke sebuah pulau. Pulau itu sepertinya kosong, tidak berpenghuni. Aku kemudian berjalan menuju pulau itu dan mendapati seorang manusia yang sedang menyembah sebuah berhala. Dia sepertinya sedang khusuk dengan meditasinya itu.

Aku dan beberapa orang mencoba untuk mendekatinya. Melihat ada yang datang, dia menatapku dengan penuh selidik. Aku tersenyum, tanda persahabatan, dia membalas tersenyum.
"Engkau sembah berhala itu, padahal berhala itu adalah buatan manusia, " kataku.
"Kalau begitu, kalian sendiri menyembah apa?"
Sambil bertanya, dia berdiri seraya menatap kami yang datang.
"Kami menyembah Tuhan yang menciptakan langit, bumi dan laut."
"Siapa yang memberitahukan semua itu kepada kalian?"
"Dia mengutus seorang rasul – seorang utusan kepada kami."
"Apa yang dilakukan terhadap utusan itu?"
"Malaikat membawakan kepada-Nya."
"Apakah dia meninggalkan sesuatu atau tanda kepada kalian?"
"Ya, dia meninggalkan kitab dari malaikat itu."
"Tunjukkan sesuatu kepadaku dari kitab itu."

Aku lalu membacakan ayat-ayat Alquran dari surah Ar-Rahman. Mendengar aku membaca ayat-ayat suci Alquran Surah Ar-Rahman tersebut, dia mendengarkan penuh khusuk, sesekali telinganya didekatkan untuk menangkap suaraku. Aku terus membacakan ayat-ayat Alquran itu dibacakan. Tangisnya tiada henti sampai aku selesai membaca seluruh Surah Ar-Rahman tersebut.
"Tidaklah patut kita berbuat durhaka kepada pemilik firman suci ini." katanya dengan penuh keyakinan dan kemantapan.
Kemudian aku mengajak dia untuk masuk agam islam.
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah." dia mengucapkan kalimat syahadat dengan keyakinan yang mantap. Wajahnya penuh semangat. Akhirnya, orang itu kami ajak bersama untuk naik kapal yang kami tumpangi.
Ketika malam sudah gelap dan kami telah selesai melakukansalat isya, kami pun bersiap-siap untuk menuju tidur.
"Apakah Tuhan yang kalian beritahukan kepadaku itu tidur sebagaimana kalian tidur."
"Tidak, Tuhan kami tidak tidur. Dia hidup kekal dan Dia yang awal dan Dia pula yang akhir, serta Dia tidak tidur."
"Kalau begitu, kalian adalah sejelek-jeleknya hamba. Kalian tidur, sedangkan Tuhanmu tidak tidur. Tidakkah lebih baik malam ini kalian terus menyembahNya?"
Aku merasa kerdil dihadapan orang yang baru saja memeluk agama islam ini. Ternyata kecintaannya kepada Tuhan Yang Maha Pencipta begitu besar, begitu kuat. Sedangkan aku? Aku begitu kecil dihadapannya. Malam itupun kami bermunajat kepada Allah bersamanya.
Ketika kami tiba di tempat tujuan, dan dia meminta izin untuk menuju ke suatu tempat, kami kumpulkan beberapa uang untuknya, sekedar rasa simpatik.
"Untuk apa uang ini?"
"Ini uang untkmu. Engkau bisa pergunakan untuk keperluanmu."
"Kalian telah menunjuki suatu jalan yang aku tidak melihatnya sebelumnya. Dulu aku menyembah selain Allah, namun aku tidak terlantar. Apakah sekarang Allah akan menelantarkan aku, sedangkan aku kini telah mengenal-Nya?"
Lagi-lagi aku menjadi kecil di hadapan orang itu. Dia penuh dengan keyakinan akan Tuhan Allah yang baru dikenalnya.
Tiga hari setelah kejadian itu, aku memperoleh berita bahwa dia dalam keadaan sakit yang amat parah, bahkan dikabarkan bahwa dia sedang dalam sakaratul maut. Aku lalu menemui dia.
"Apakah engkau ada keperluan?" Tanyaku.
"Seluruh keperluanku telah dipenuhi oelh Tuhan yang mengeluarkan aku dari pulau itu. Aku akan tidur selamanya di tempat-Nya."
Beberapa hari setelah kejadian itu aku bermimpi. Aku melihat dalam mimpiku itu ada seorang gadis di suatu taman yang indah.
"Bawalah orang itu – orang yang baru masuk Islam itu – dengan penuh kedamaian dan kesejahteraan. Telah lama aku rindu kepadanya." Ucap gadis itu.
Mendengar ucapan gadis itu, aku terbangun. Dan aku mendapati orang itu-yang baru saja masuk islma-ternyata meninggal dunia. Dan kami pun segera menguburkannya.
Lagi-lagi di dalam tidurku, aku bermimpi bertemu dengan dia. Aku melihat dia memakai mahkota sedang berada di kapalnya. Dan di sisinya terdapat bidadari-bidadari. Dia tersenyum melihatku.
Dia membacakan ayat-ayat AlQur’an: Malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan):’keselamatan atas kamu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.’ (QS. Ar-Ra’d: 23-24)source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Dibalik Daun-daun yang Berserakan

Dahulu, di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai berjualan, Ia pergi ke Masjid Agung di kota itu. Ia berwudu, masuk masjid, dan shalat Dhuhur.

Setelah membaca wirid dan doa sekadarnya, nenek tersebut keluar masjid, lalu membungkuk-bungkuk di halaman. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceraan. Selembar demi selembar dikaisnya, tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja perlu waktu lama untuk membersihkan halaman masjid dari dedaunan yang jatuh dari pohon dengan cara seperti itu. Padahal, jika tengah hari, sengatan matahari di Madura sungguh menyengat. Keringat pun mengucur dari tubuh yang kurus dan mulai rapuh itu.

Banyak pengunjung masjid yang merasa iba kepadanya. Hingga suatu hari, takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum si nenek datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai menunaikan shalat, ketika hendak melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut.




Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan lalu menangis. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang pun menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "berikan aku kesempatan untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan daun-daun yang berserakan seperti biasa. Seorang kiai yang terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan tua itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan daun-daun di halaman masjid.

Ia pun mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat; pertama, hanya Pak Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang, ia sudah meninggal, dan kita bisa mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, Pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat tanpa syafaat Kanjeng Rasulullah.

Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya telah membacakan shalawat kepadanya."

Begitulah, ketika seseorang mencintai Nabinya, ia akan mencari seribu satu cara agar bisa menyalurkan rasa cinta itu. Nenek renta ini bukanlah seorang ulama terkenal, ia hanyalah seorang penjual bunga cempaka.

Tidak banyak kata dalam kamus kehidupannya untuk mengungkapkan kerinduannya kepada Rasulullah. Namun, dengan kesederhanaan yang begitu jernih dan berbalut keikhlasan, ia telah mampu menginspirasi banyak orang untuk mempertanyakan sejauh mana kecintaannya kepada Al Musthafa, Rasulullah saw.
source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Sunday, June 17, 2012

Cinta Seorang Anak Gembala

Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. la tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan.

Sepanjang hari, ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya, "Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku dapat persembahkan seluruh hidupku kepada-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas. Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu."

Suatu hari, Nabi
Musa melewati padang gembalaan tersebut. la memperhatikan sang Gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit. Sang gembala menyapa Tuhan, "Ah, di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju-Mu, memperbaiki kasur-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?"

Musa mendekati
gembala itu dan bertanya, "Dengan siapa kamu berbicara?"
Gembala menjawab, "Dengan Dia yang telah menciptakan kita. Dengan Dia yang menjadi Tuhan yang menguasai siang dan malam, Bumi dan langit."

Nabi Musa murka mendengar jawaban gembala itu, "Betapa beraninya kamu bicara kepada Tuhan seperti itu! Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat mengendalikan lidahmu. Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi
marah dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga karena nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi ini akibat dosa-dosamu!"

Sang Gembala segera bangkit setelah mengetahui bahwa yang mengajaknya bicara adalah seorang nabi. Ia bergetar ketakutan.

Dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia mendengarkan Nabi Musa yang terus berkata, "Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa sehingga Ia harus memakai sepatu dan alas kaki? Apakah Tuhan seorang anak kecil yang memerlukan susu supaya Ia tumbuh besar? Tentu saja tidak. Tuhan Maha sempurna di dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan siapa pun. Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan saja telah merendahkan dirimu, tetapi kau juga merendahkan seluruh ciptaan Tuhan. Kau tidak lain dari seorang penghujat agama. Ayo, pergi dan minta maaf, kalau kau masih memiliki otak yang sehat!"

Gembala yang sederhana itu tidak mengerti bahwa apa yang dia sampaikan kepada Tuhan adalah kata-kata yang kasar. Dia juga takmengerti mengapa nabi yang mulia telah memanggilnya sebagai seorang
musuh, tetapi ia tahu betul bahwa seorang nabi pastilah lebih mengetahui daripada siapa pun. Ia hampir tak dapat menahan tangisannya.

Ia berkata kepada Musa, "Kau telah menyalakan api di dalam jiwaku. Sejak ini, aku berjanji akan menutup mulutku untuk selamanya." Dengan keluhan yang panjang, ia berangkat meninggalkan ternaknya menuju padang pasir.

Dengan perasaan bahagia karena telah meluruskan jiwa yang tersesat, Musa melanjutkan perjalanannya menuju kota. Tiba-tiba, Allah Yang Mahakuasa menegurnya, "Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih Kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pecinta dari yang dicintai-nya? Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya, bukan memisahkan ikatan di antaranya."

Musa mendengarkan kata-kata langit itu dengan penuh kerendahan dan rasa takut.

Tuhan berfirman, "Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan darinya. Seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian. Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan. Ingatlah, bahwa di dalam
cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa. Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna."

Suara dari langit selanjutnya berkata, "Mereka yang ter-ikat dengan basa-basi bukanlah mereka yang terikat dengan cinta dan umatyang beragama bukanlah umatyang mengikuti cinta karena cinta tidak mempunyai agama selain kekasihnya sendiri." Tuhan kemudian mengajarinya rahasia cinta.

Setelah memperoleh pelajaran itu, Nabi Musa mengerti kesalahannya. Sang Nabi pun merasa menderita penyesalan yang luar biasa. Dengan segera, ia berlari mencari gembala itu untuk
meminta maaf. Berhari-hari, ia berkelana di padang rumput dan gurun pasir, menanyakan orang-orang apakah mereka mengetahui pengggembala yang dicarinya.

Setiap orang yang ditanyainya menunjuk arah yang berbeda. Hampir, ia kehilangan harapan, tetapi akhirnya Allah Swt. mempertemukannya dengan gembala itu. Ia tengah duduk di dekat mata air. Pakaiannya compang-camping, rambutnya kusut masai. Ia berada di tengah tafakur yang dalam sehingga ia tidak memperhatikan Musa yang telah menunggunya cukup lama.

Akhirnya, gembala itu mengangkat kepalanya dan melihat Nabi Musa.

Musa berkata, "Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku bahwa tidak diperlukan kata-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih. Apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari
keimanan dan kecintaan yang menyelamatkan dunia."

Sang Gembala hanya menjawab sederhana, "Aku sudah melewati tahap kata-kata dan kalimat. Hatiku sekarang dipenuhi dengan kehadiran-Nya. Aku takdapat menjelaskan keadaanku padamu dan kata-kata pun tak dapat melukiskan pengalaman ruhani yang ada dalam hatiku." Kemudian, ia bangkit dan meninggalkan Nabi Musa.

Utusan Allah ini menatap sang Gembala sampai ia tak terlihat lagi. Setelah itu, ia kembali berjalan ke kota terdekat, merenungkan pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang gembala sederhana yang tidak berpendidikan.
source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Thursday, June 14, 2012

Putri Raja Yang Memendam Rindu

Diceritakan lagi dari syaikh Ikbrahim A-khawwas rahimahullah, bahawanya dia berkata:
Pada suatu ketika, rasa hati ku tergetar untuk pergi ke kota rom, seolah olah ada orang yang memanggil manggil nama ku supaya aku berangkat segera kesana. Kemudian aku terfikir ,buat aku kesana. Rom itu adalah tempat kediaman orang orang nasrani yang sangat membenci orang orang islam. Namun begitu hati ku tetap kesitu seperti ada besi berani yang menariknya , maka aku bersiap siap akan berangkat menuja ke kota Rom itu.

Setelah berjaalan beberapa hari, tibalah aku di kota Rom itu. Aku lihat banggunan banggunan nya tinggi tinggi dan teratur. Aku pun lihat rumah rumah orang nasrani itu, dan memerhatikan kawasan kawasan mereka. Dan sukurlah pertolonggan Allah sentiasa menyertai diri ku, dan inayah Nya selalu mengiringi aku. Tidak ada suatu kesusahan pun yang menghalangi perjalanan ku itu. Setiap kali aku bertemu orang orang nasrani itu, mereka memalingkan pandangan nya daripada ku dan terus menjauh kan diri, hingga akhirnya sampailah aku dimuka sebuah gedung yang besar lagi indah pula.

Aku berhenti dan memerhatikan gedung itu, dan kelihatan disitu ada beberapa orang sedang berkumpul, masing masing lengkap dengan senjata nya, dan sitangan mereka pula ada alat alat penahan diri dari serangan orang. Apabila mereka melihat aku dating , mereka lalu mendekati ku seraya bertanya :

‘Apa kah engkau ini seorang tabib ?’
Benar saya adalah seorang tabib,’ aku menjawab dengan tersenyum..
kalau begitu bawa dia mengadap paduka Raja ’ jelas yang lain.
Buat apa pula saya dibawa mengadap Raja ?’ Tanya ku hairan.
Raja perlu kepada tabib seperti engkau ini!’ kata mereka.
Aku pun dibawa mereka untuk menggadap paduka Raja. Aku masih binggung mengapa RAJA Rom mahu mengungdang semua tabib datang keistananya. Ini tentu ada perkara yang penting.


Apabila aku sampai di bawa mengadap, aku ditahan oleh pengawalnya.
Siapa orang ini ?’ Tanya pengawal kepada orang yang membawa ku.
‘Dia seorang tabib,’ jawab orang tadi.
Sudahkah dia tahu syarat dia dibenarkan masuk kesini,’ tanyapengawal itu lagi.
Belum,’ jawab orang tadi. Pengawal itu lalu memberitahu ku, bahawasanya Raja mempunyai seorang puteri yang terganggu fikiranya. Sudah banyak tabib yang dibawa ke sini untuk mengubatinya, namun kesemuanya tidak berjaya, maka mereka semua telah dihukum mati. Kemudian pengawal itu bertanya kepada ku pula :

Sekarang engkau sudah tahu syatrat Raja itu, apakah engkau sanggup mengubati puteri itu ?’ Pengawal itu meminta penjelasan daripada ku supaya aku tiada terkeliru.

Laa Haula Walaa Quwata Illa Billaah,’ ucap aku dalam hati. Kemudian aku mengatakan kepada pengawal itu : Apa boleh buat. Kamu telah membawa ku kemari, maka biarlah aku lihat puteri Raja itu. Mungkin aku dapat mengobatinya,’

‘Mari ikut aku masuk ! perintah pengawal itu. Aku pun mengikutinya sedang jantung ku berdebar debar. Apa yang terjadi  jika tidak dapat mengubati puteri itu ? kata ku dalam hati. Tidak berapa lama , sampailah aku di istana khusus untuk puteri itu. Aku pun mendengar ada suatu suara memanggil manggil , suara wanita, barang kali suara puteri Raja itu. ‘ Bawa kemari segera tuan tabib itu ! Antara ku dengan dia ada suatu rahsia yang luar biasa,’ kata puteri itu. Pengawal yang membawa ku kedalam istana itu memerhati wajah ku, dan aku juga mermehati wajah nya, masing masing bertanya dengan isyarat pandangan apakah rahsia itu ? .ketika aku tiba dipintu bilik puteri itu , tiba tiba pintu nya dibuka oleh seorang tua yang usianya sudah lanjut. Orang itu berkata : Silakan masuk !’

Aku pun memasuki bilik puteri itu, dan aku mendapatinya terisi dengan berbagai bagai perhiasan yang indah indah, permaidaninya sungguh halus dan berwarna warni, kain kain tabirnya jarang jarang menampakkan lembaga siapa yang didalamnya. Dan dari balik tabir itu terdengar suara keluhan yang terputus putus dari jisim manusia yang kurus kering lagi lemah, ternyata dia sedang menanggung penderitaan batin.

Ketika aku melihat manusai itu,aku ragu ragu, apakah aku harus memberi salam kepadanya, atau tidak, kerana aku masih ingat pesanan Nabi s.a.w. supaya jangan memberi salam kepada orang orang Yahudi atau Nasrani, maka larangan itu aku menahan salam ku. Aku terus pergi ketempat duduk yang ditunjuk oleh pengawal itu, lalu aku pun duduk.

‘Dimana salam tauhid dan iklas, wahai Ibrahim ?!’ tiba-tiba aku terdengar pertanyaan itu dari balik tabir tadi. Rupanya puteri Raja itu ini tahu tahu kebiasaan orang Islam. Apakah dia seorang islam ? Atau pun dia mencoba merangkap ku? Kemudian bagaimana pula dia tahu nama ku Ibrahim. Aku tidak memberitahu nama ku kepada sesiapa pun. Ajaib pula rasanya!

‘Dimana salam mu , hai Ibrahim ?! puteri itu bertanya lagi. ‘Assalamu alaiki,’ kata ku kepadanya. ‘Hai Ibrahim ! Aku sudah memohon Allah supaya mengutuskan kepada ku salah seorang dari para wali Nya agar dalam tangan nya aku akan terselamat ,’ ujar puteri itu. Aku masih terus mendiam diri mendengar kata katanya dengan penuh heran. Kata kata serupa ini sepatutnya diucapkan oleh seorang islam.kemudian dia menyambung lagi::

‘Sudah lama aku menunggu , baru semalam aku mendengar suatu seruan mengatakan bahawea Ibrahim Al-Khawwas akan hadir,’jelas puteri itu lagi.

‘Bilakah terlintas dalam hati mu pekara ini ? Tanya ku kepadanya secara isyarat.
Kini aku sudah tahu bahawa puteri ini telah berada di dalam Islam.

‘Sejak empat tahun yang lalu,’ jawabnya. ‘Apabila cahaya kebenaran itu mendampingi hati seseorang hamba menjadilah ia sebagai pembimbingnya penimbul kemesraannya dan perindu dendamnya.’

Betul kata mu itu. Perasaan serupa ini bukan semua orang dapat merasakannya,’ kata ku kepadanya. Mukanya bercerah mendengar komentar ku itu.

Tapi mengapa mereka malah menuduh ku gila ? puteri itu terus menangis mengadukan hal nya kepada ku.
Orang tak tahu, mereka senang menuduh,’ aku menenangkan perasaannya.
‘Bukan satu tabib yang dibawa kepada ku. Bahkan semuanya melemparkan tuduhan yang sama,’ puteri Raja itu mengadukan hal nya kepada ku. Dia kini kelihatan lebih tenang apabila sudah berbicara kepada ku. Suaranya pun sudah mula nyaring.
Macam mana engkau sampai kepada petunjuk ini ?tanya ku kepadanya.

‘Bukti bukti Tuhan yang jelas. Bukankah bila tersingkap bukti kekuasaan Nya, terbuka jalan kepada Nya ?’ Benar ! itu memang benar ! aku berkata kepadanya sambil tersenyum. Aku berkata dalam hati ku, puteri ini bukan sahaja sudah dapat petunjuk, malah sudah sampai keperingkat cinta yang tinggi pula. Sedang aku asik bercakap cakap dengan puteri itu dalam beberapa hal yang lain, maka datang lah orang tua tadi lalu bertanya kepada puteri itu :

Bagaimana keadaan tuan puteri kini ? !’ Baik,’ jawabnya dengan sederhana dan tenteram. ‘ Dapat tabib ini mengobati mu ?’ ‘Aku senang dengan tabib ini. Dia tahu penyakit ku ini dan kini dia sedang memberi ku penawar,’ jawab puteri itu. ‘Benar tuan ku ?’ Tanya orang tua itu lagi dengan perasaan gembira. ‘Benar jawab puteri itu. Orang tua itu segera berlari mendapatkan Raja dan memberitahunya apa yang dikatakan oleh puterinya tadi. Raja merasa gembira dan datang menemui aku serta mengalu alukan ku.

Aku diberikan sebuah rumah didekat istana itu, dan setiap hari aku datang menemui puteri itu sambil berbicara dalam berbagai bagai lapangan hingga cukup tujuh hari lamanya. Kemudian puteri itu membisikkan sesuatu, katanya :

Aku sudah bosan duduk disini. Aku mahu lari dari sini,’ ujar puteri itu dengan menampakkan wajah yang kurang senang. ‘Kemana ?’ Tanya ku kepadanya. ‘Ke negeri Islam.’ Bagaimana ? Bukankah istana ini dikelilingi oleh pengawal pengawal dengan rapi, dan tentaranyapun penuh menunggu di luar. Bagaimana Kau hendak lari ?’ aku merasa risau mendengar usul puteri itu.

‘Apa yang kau susahkan. Yang memasukkan kau dalam istana ini akan mengeluarkan ku dan kau daripadanya,’ jawab puteri itu. Aku terpukau mendengar bicara puteri itu, dan kagum dari hal kuat tawakalnya. Memang aku tidak dapat menolak usulnya. ‘Memang benar kata mu itu, kerana Allah berkuasa atas setiap sesuatu, dan siapa yang bertawakal kepadan Allah niscaya Dia akan menolongnya,’ aku memberikan sokongan kepada usul puteri itu. Kami berdoa mudah mudahan Allah akan menyelamatkan kami.

Pada hari besoknya , kami keluar melalui pintu belakang istana itu yang menuju kesebuah taman. Jumlah pengawal yang berada disitu tidak begitu banyak. Mereka melihat kami seperti tidak melihat. Tidak sepatah kata pun mereka menanyai kami atau menghalangi kami. Semua itu ialah dengan berkat kuat keazaman puteri itu untuk meniggalkan negeri ayahnya yang sesat dan pergi kenegeri Islam. Kami berjalan bersama sama menuju ke Makkah, kerana puteri itu sangat ingin untuk melihat Baitullah.

Tiba di Makkah, aku lihat dia terus berpuasa pada siang hari, dan bangun beribadat pada malamnya, hatinya senang sekali ketika berada disamping Ka’bah itu. Dia tinggal disitu selama tujuh hari tujuh malam saja, lalu dia menemui ajalnya, sedang dia dalam sebaik baik amal, dan berada disebaik baik tempat. Disanalah dia dikuburkan sebagai seorang wanita wali Allah yang termulia.

Moga moga Allah merahmati rohnya dan menempatkanya di syurga yang tinggi… Amin………….source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Tuesday, April 3, 2012

8 Kebiasaan Wanita Yang Dibenci Para Pria


Kalau posting sebelumnya 20 Kebiasaan Pria yang Dibenci Wanita, kali ini akan dibahas Kebiasaan Wanita Yang Dibenci Para PriaSetiap wanita mempunyai kebiasaan masing-masing, tergantung bagaimana kita mensikapi hal tersebut. Berikut merupakan Kebiasaan Wanita Yang Kurang Baik dan para lelaki kebanyakan tidak menyukainya. Untuk lebih jelas tentang info tersebut silahkan baca lebih lanjut 8 Kebiasaan Wanita yang Dibenci Para Pria.
Ada beberapa aktivitas favorit bagi sebagian besar wanita, namun sebaliknya, menjadi hal yang tak disukai pria. Apa sajakah? College Candy mengungkap beberapa hal diantaranya.

1.  Tas berukuran besar
Wanita sangat suka menyimpan segala hal yang ia butuhkan dalam tas. Dompet, make up, minuman, makanan dan aksesoris dapat  disimpan dalam tas besar mereka. Sementara saat melihat wanita dengan tas besar, pria kemungkinan bertanya mengapa wanita sangat suka membawa tas yang tiga kali lebih besar dari ukuran normal.
2.  Menari
Secara umum, pria mengelak menari karena merasa diri terlalu macho melakukannya. Padahal, sebenarnya mereka juga senang dan menikmatinya.

3.  Es krim vs yogurt
Kegemaran wanita pada yogurt beku menimbulkan pertanyaan bagi sebagian pria, kenapa tak membeli es krim saja?


4.  Gosip
Untuk hal satu ini, pria sangat membencinya. Bukan berarti pria tak pernah membicarakan hal buruk mengenai teman mereka. Tetapi pria lebih senang melakukannya secara langsung, saat berhadapan dengan orang bersangkutan meski harus berakhir dengan adu jotos.



5.  Drama musikal

Menonton drama adalah satu hal yang tak disukai pria. Apalagi, menggabungkan dua hal yang mereka benci sekaligus.


6.  Celana harem
Sejumlah wanita memang tak menyukai model celana ini. Pria bahkan mengatakan tak mengerti mengapa wanita menggunakan celana yang sangat longgar di bagian atas.

7.  Mempermainkan orang lain
Kehidupan makin terasa menyenangkan bagi wanita karena mereka bisa mempermainkan pikiran orang. Namun, saat wanita melancarkan aksinya, pria kerap tak mengerti maksudnya. Dan, bila pria mencoba melakukan hal yang sama, takkan pernah sebaik wanita.


8.  Belanja
Salah satu hal yang paling menyenangkan wanita meskipun mereka harus melakukannya berjam-jam. Namun, bagi pria harus menunggu pasangan berbelanja selama dua jam tentu sangat membosankan.




Saturday, March 31, 2012

Menilik Tiga Efek Unik Jatuh Cinta


VIVAnews - Lebih sering berdandan, selalu menebar senyum dan banyak orang bilang kalau Anda terlihat lebih cantik. Tanpa disadari, jatuh cinta membuat aura positif memancar dari dalam diri.

Bukan hanya itu saja, ada efek lain dari jatuh cinta yang tak diketahui banyak orang. Tengok saja efek unik jatuh cinta berikut, pasti membuat Anda ingin jatuh cinta setiap hari.

1. Payudara lebih sehat

Perhatian pasangan pada payudara Anda, bukan melulu berujung pada aktivitas bercinta. Menurut  Donnica Moore, MD., penulis bukuWomen's Health for Life, benjolan pada payudara seringkali diketahui lebih awal oleh pasangan, dibandingkan diri sendiri. 

"Jika pasangan merasa ada yang aneh dengan payudara Anda, jangan menyepelekannya," kata Moore, dikutip dari redbookmag.com.

Lakukan gerakan periksa payudara sendiri dan segera periksakan ke dokter. Perhatian yang muncul dari perasaan cinta memang bisa membuat Anda lebih sehat.

2. Rambut lebih tebal

Wanita yang bahagia dengan pasangannya, memiliki rambut yang lebih tebal dibandingkan yang kehilangan pasangan atau bercerai. Hal ini menurut penelitian yang dilakukan tim dari Case Western University. 

Stres bisa jadi pemicu utama rambut yang menipis. Meskipun terkadang pasangan bisa jadi pemicu stres, tapi cintanya yang besar pada Anda bisa juga jadi obat stres yang ampuh. 


3. Tidur lebih nyenyak

Fakta yang wajib Anda tahu. Wanita dengan ikatan pernikahan yang kuat, risiko mengalami gangguan tidur 50 persen lebih rendah, dibandingkan mereka yang tak merasa bahagia dengan hubungannya.

Hal tersebut menurut penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh. Ternyata, rasa aman dan nyaman dari pasangan memungkinkan Anda untuk beristirahat lebih mudah. (hp). 

• VIVAnews 



Sunday, July 31, 2011

Cinta dan Ego Remaja

Cinta adalah anugrah yang di berikan oleh tuhan kepada setiap manusia. Ego adalah sifat yang dimiliki oleh setiap manusia. Cinta dan ego memiliki hubungan yang sangat erat, khususnya bagi anak-anak yang baru memasuki usia remaja. Tetapi terkadang para remaja salah mengartikan makna dari cinta disebabkan oleh egonya. Atas dasar itulah saya menulis artikel ini.

Pengertian Cinta
CInta adalah perasaan menyayangi dan mengasihi yang dimiliki oleh siapapun. Baik itu kepada lingkungan, hewan, hobi, bahkan sampai kepada lawan jenis.
Ada beberapa istilah cinta yang ada di masyarakat luas, yaitu :

  1. Cinta kepada lawan jenis sering disebut dengan "Jatuh Cinta". Jatuh cinta dapat dirasakan oleh siapapun, kapan pun, dan di mana pun.
  2. Cintanya anak remaja sering disebut dengan "Cinta Monyet". Cinta monyet biasanya terjadi mulai dari usia 11-12 tahun. Tetapi terkadang ada anak-anak yang sudah mulai mengenal cinta pada usia yang masih muda, yaitu sekitar umur 7-8 tahun.
  3. "Cinta pada Pandangan Pertama" adalah perasaan suka yang muncul pada saat pertama kali bertemu. Orang yang merasakan hal tersebut biasanya mengklaim telah dirinya telah jatuh cinta pada waktu pertama bertemu.
  4. "Cinta Buta" adalah perasaan suka yang tanpa didasari apapun menyukai seseorang dan mau melakukan apapun untuknya tanpa melihat apa yang akan terjadi.
Ada beberapa istilah lain yang berhubungan dengan Cinta.

  1. Istilah yang digunakan untuk membuat suatu hubungan agar bisa dianggap resmi adalah "Pacaran". Orang yang menggunakan istilah ini dapat menyebut orang yang dia sukai dengan sebutan "Pacar".
  2. "Cemburu" adalah prilaku marah atau lebih tepatnya tidak suka jika orang yang disukainya atau mungkin "Pacar"nya melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan seperti dekat dengan orang lain selain dengan dirinya. Istilah ini biasa diidentikkan dengan kata "Iri". Ada juga yang namanya "Cemburu Buta". Perasaan cemburu yang timbul tanpa didasari apapun atau bukti apapun.

Pengertian Ego
Ego adalah salah satu sifat umum manusia yang dimiliki oleh siapapun. Perasaan yang membuatnya ingin melakukan apapun untuk dirinya sendiri. Hal itu biasanya terjadi tanpa dia sadari. Takaran ke-Ego-an setiap manusia itu berbeda-beda, tergantung dari kemampuan orang tersebut apakah mampu menahannya atau tidak.
Faktor-faktor lain yang dapat membuat takaran keegoan setiap manusia berbeda-beda itu adalah sebagai berikut:

  1. Faktor Lingkungan. Keegoan seseorang itu biasanya akan sulit terkontrol jika lingkungannya tidak mendukung. Seperti keadaan yang mengharuskannya untuk melakukan apapun untuk bisa mendapatkan yang terbaik untuk dirinya. Biasanya dikarenakan persaingan, baik itu persaingan untuk hidup maupun untuk uang, dan sebagainya.
  2. Faktor Kebiasaan. Faktor yang ini masih berkaitan dengan Faktor Lingkungan. Faktor ini disebabkan oleh kemanjaan yang dibiasakan oleh orang tua kepada anaknya sehingga membuatnya merasa apapun bisa dia dapatkan.
  3. Faktor Keturunan. Faktor ini ada karena ego adalah sifat yang dapat "diturunkan" kepada keturunannya. Jika ego orang tua besar maka biasanya ego anaknya pun akan besar juga. Begitupun sebaliknya.

Hubungan Antara Ego dengan Cinta
Perasaan cinta yang akan kita bahas adalah cinta di kalangan remaja. Karena masa remaja adalah masa puncak keegoan seseorang. Ada beberapa fenomena yang menarik dari cinta di kalangan remaja. Seperti fenomena "Putus satu, masih banyak yang lain" dan fenomena "Selingkuh dan Playboy". Hal-hal itulah yang akan kita bahas.

"Putus satu, masih banyak yang lain"
Anggapan para remaja tentang "Putus satu, masih banyak yang lain" memang tidak salah. Kata-kata itu mirip dengan pribahasa "Mati Satu, Tumbuh Seribu". Tetapi dengan anggapan itu malah mungkin membuat dia bertambah sedih. Karena semakin sering dia pacaran, maka akan semakin sering dia sakit hati, kecuali jika dia telah menemukan orang yang setia.

Hal tersebut berhubungan erat dengan ego seseorang. Dengan pendapatnya "Putus satu, masih banyak yang lain" itu pun sudah menunjukkan keegoisannya. Karena kalimat itu pun bisa bermakna "Dia tuh gak ada apa-apanya, masih banyak yang lain kok!". Meskipun itu juga bisa bermaksud untuk menyemangati diri agar tidak terpuruk dalam kesedihan. Tetapi dengan mengatakan begitu atau memutuskan hal seperti itu membuatnya tidak memikirkan perasaan orang lain.

"Selingkuh dan Playboy"
Kata 'selingkuh' dan kata 'playboy' saya gabung karena 'playboy' itu tampaknya identik dengan selingkuh. Meskipun tidak semua orang yang selingkuh itu adalah playboy. Dan mengapa saya hanya menggunakan kata 'playboy' saja, dan tidak menggunakan kata 'playgirl'. Karena hal yang paling sering kita jumpai itu adalah playboy, dan bagi saya para playboy adalah icon dari para peselingkuh.

Selingkuh adalah salah satu prilaku menyimpang dari suatu hubungan seperti pacaran. Selingkuh terjadi karena keegoisan seseorang yang tidak bisa dikendalikannya. Sehingga membuatnya tidak bisa berfikir tentang perasaan orang lain, baik itu pacarnya maupun selingkuhannya. Dampak buruk dari perilaku Selingkuh ini adalah tersakitinya perasaan orang lain yang ditinggalkannya untuk berselingkuh dengan orang lain.

Ada beberapa alasan mengapa orang mau berselingkuh.

  1. Karena dia sudah merasa bosan dengan Pacarnya dan ingin mencari hiburan baru.
  2. Karena gengsi dan ingin dianggap hebat oleh teman karena bisa memiliki banyak pacar.
  3. Karena perasaan atau cintanya telah terbagi kepada orang lain, sehingga dia mau mengambil resiko dan berselingkuh.
Sedangkan Playboy adalah cap yang diberikan kepada seseorang yang suka berselingkuh. Tetapi kadang-kadang cap ini juga diberikan kepada orang yang suka gonta-ganti pacar. Playboy yang suka berselingkuh adalah orang yang memiliki sifat acuh kepada orang lain dan tidak peduli dengan keadaan orang lain, termasuk dengan siapa dia sedang berpacaran. Seorang Playboy akan berhenti menjadi Playboy jika dia telah menemukan orang yang cocok dengan dirinya. Biasanya itu di saat dia sudah memasuki usia dewasa yang sudah bisa dikatakan matang dan mengerti mana yang baik dan mana yang buruk.

Hal itu semua terjadi dikarenakan keegoisan semata. Hal-hal tersebut paling banyak dialami oleh remaja. Bahkan ada beberapa pihak yang membenci playboy dan terkadang mengklaim bahwa semua Laki-laki itu sama. Orang-orang yang seperti itu adalah orang memandang dengan sebelah mata tentang laki-laki. Memang tidak salah dia berpendapat begitu setelah dia mendapatkan hal menyedihkan seperti diduakan. Tetapi tidak semua manusia itu sama. Ada batas-batas dan kemampuan masing-masing manusia untuk menahan keegoisannya.

Bahkan ada pula yang menyalahkan cinta dan membencinya. Padahal sudah jelas bahwa yang bersalah itu bukan cintanya, tapi egonya. Sudah dijelaskan di atas bahwa cinta adalah perasaan kasih sayang yang sifatnya membuat kita merasa senang. Jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan perasaan sedih, maka itu bukan berarti cinta yang berbuat. Jika ada yang pantas disalahkan, maka salahkanlah dirimu sendiri dan bertanya "Egokah aku?". Apabila kau merasa dirimu tidak egois, maka bersabarlah bahwa kau akan mendapatkan yang terbaik.

Tetapi, ada hal yang lebih penting untuk kita ingat. Bahwa ego itu ada pada setiap manusia dan kita harus memakluminya. Khususnya pada hubungan seperti pacaran, keegoisan adalah suatu kewajaran bagi setiap remaja. Jika kau ingin sukses dalam bercinta, maka bersabarlah.(fs)

Wednesday, January 14, 2009

CINTA SEORANG IBU


Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan : "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut.
Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng.Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya.Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini
Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita...
Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world
It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

*Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
*Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
*Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
*Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
*Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
*Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
*Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
*Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
*Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
*Ambillah waktu utk beramal, itu adalah kunci utk menuju surga


Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembalisource : kumpulan-inspirasi.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com