Showing posts with label Shalawat. Show all posts
Showing posts with label Shalawat. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

TAUBATNYA PENJAHAT Berkah Bacaan Shalawat

Seorang yang sangat zuhud bernama Syeikh Abdul Wahid bin Zaid berkisah sebagai berikut :

Seorang tetangga kami, bekerja sebagai pegawai negeri dan sangat jahat ketika hidupnya di dunia, dan melakukan maksiat dan suka menakut-nakuti orang.

Pada suatu malam, saya melihat di dalam tidur bahwa tangan tetangga saya tersebut memegang tangan Rosululloh SAW. Saya bertanya kpd Rosululloh SAW :

“Wahai Rosululloh, seseungguhnya org ini sangat terkenal sebagai penjahat di muka Bumi, bagaimana ceritanya engkau sangat menaruh tanganmu memegang tangannya ? “ Rosululloh SAW bersabda :

“ Saya mengetahui apa yang engkau katakan tersebut. Oleh karena itu, saya datang untuk memberikan SYAFAATku kepadanya. ”

Kemudian saya bertanya kepada Rosululloh SAW :
“ Wahai Rosul, apakah kelebihan tetangga kami itu, sehingga engkau memberikan syafaatnya ? ”
Rosululloh SAW menjawab :


“ Tetanggamu itu banyak membaca SHOLAWAT kepadaku. Pada tiap malam ketika dia hendak tidur, dia selalu membaca sholawat 1000 kali ( seribu kali ), sehingga aku mohon kepada Alloh SWT mudah-mudahan syafaatku ini diterima disisi-Nya, agar tetanggamu ini bertaubat kpd-Nya.”

Berkata Syeikh Abdul Wahid ( shohibul hikayat ) :
“ Di pagi hari saya mengajar di Masjid sebagaimana biasanya, tiba-tiba datang tetangga itu, disaat saya sedang menceritakan apa yang saya lihat di dalam tidur ( mimpi ), dia masuk dan mengucapkan salam sambil menangis, lalu dia berkata :

“ Wahai Syeikh Abdul wahid, izinkanlah aku menjabat tanganmu, karena Rosululloh SAW mengutusku kepadamu, agar aku bertaubat di hadapanmu, dan disaksikan oleh murid-muridmu di Masjid ini. ”

Syekh Abdul Wahid telah berjabat tangan dengan tetangganya yang telah menyesali segala perbuatannya selama hidupnya tersebut. Ia berjanji tidak akan mengulanginya kembali perbuatan jahatnya tersebut.”

Subhanalloh…… Setelah itu, Syeikh Abdul Wahid bertanya kpd tetangganya tsb : “ Apakah yang menyebabkan engkau bertaubat, wahai saudaraku…?” Tetangganya menjawab :
“ Rosululloh SAW telah datang kepadaku di dalam tidurku, dan beliau meneceritakan kepadaku tentang Tanya jawab yang antara engkau dengan beliau, kemudian Rosululloh memegang tanganku dan bersabda:
“ Aku datang kepadamu untuk memberikan syafaat Alloh atas segala dosamu, adalah semata-mata karena engkau banyak membaca Sholawat atasku. ” “ Setelah itu beliau bertitah kepadaku, agar di pagi hari aku datang kepadamu, Wahai Syaikh….Untuk mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa aku telah bertaubat yang sebenar-benarnya…..”

Demikianlah keberkahan membaca Sholawat atas Rosululloh SAW, ternyata tdk sia-sia bagi setiap lisan yang selalu di basahi dengan sholawat.

Kisah diatas sebagai bukti nyata Syafaat Rosululloh SAW, bahwa pembacaan sholawat dapat mengugurkan dosa-dosa yang pernah terlanjur dikerjakan oleh seseorang. Sebagaimana diterangkan dalam Hadits :

“ Diriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq : belaiu berkata, bahwa sholawat kepada Nabi SAW lebih cepat menghapus dosa dari pada air dingin memdamkan api dan lebih utama dari pada memerdekakan hamba sahaya ”
source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Monday, July 2, 2012

Anak perempuan yang telah meninggal

Diriwayatkan dalam Kitab Zaubdah Al-Wa’idzin, bahwa ada seorang wanita datang mengadu kepada Hasan Al-Bashri. Wanita tersebut mengadu tentang keadaan anak perempuannya yang telah meninggal.

"Wahai Syaikh, aku ingin menjumpai anak perempuan ku yang telah meninggal. Untuk itu sudilah kiranya tuan Syaikh memberti tahu secara khusus, sehingga aku bisa bertemu dengan anak perempuanku melalui mimpi."

Hasan Al-Bashri lalu memberitahu agar wanita itu membaca shalawat atas Nabi SAW dengan bilangan tertentu.
Dan dalam tidurnya wanita itu bermimpi, bertemu dengan anak perempuannya yang telah meninggal. Betapa terkejutnya wanita itu karena anak perempuannya mengenakan pakaian dari api, lehernya mengenakan kalung api, tangannya diikat dengan tali api, demikian pula kedua kakinya diikat dengan tali dari api.

Begitu terjaga, wanita itu menangis tersedu-sedu, meratapi anak perempuannya yang ebrnasib malang. Wanita itu segera berangkat menuju rumah Hasan Al-Bashri. Sambil menangis dia menceritakan perihal anak perempuannya kepada Hasan Al-Bashri.


Mendengar cerita tersebut, Hasan Al-Bashri ikut menangis, demikian pula orang lain yang hadir di situ ikut menangis atas siksa yang dialami oleh anak perempuan wanita itu.

Alkisah, dalam waktu bersedang, Hasan Al-Bashri bermimpi bertemu dengan anak perempuan wanita tersebut. Hasan melihat anak perempuan itu kini berada di taman surga di atas sebuah ranjang, kepalanya mengenakan mahkota yang bersinar indah.

"Wahai Syaikh, belum tahukan engkau dengan aku?"

"Siapa engkau?"

"Aku adalah anak perempuan dari wanita yang minta diberitahu bershalawat atas Nabi SAW."

"Karena amal baik apakah, sehingga engkau berada di tempat penuh kenikmatan ini?"

"Wahai Syaikh, ada seorang laki-laki melintasi kubur kami, dia bershalawat atas Nabi SAW sekali. Pahala membaca shalawat atas Nabi tersebut dikirimkan kepada kami, dan juga dikirimkan kepada penghuni kubur di sini. Penghuni kubur disini terdapat 550 orang tengah disiksa. Tiba-tiba terdengarkah seruan, "Lepaskanlah siksa mereka itu, berkat shalawat atas Nabi SAW yang dibaca oleh seorang laki-laki di kubur ini."
source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Dibalik Daun-daun yang Berserakan

Dahulu, di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai berjualan, Ia pergi ke Masjid Agung di kota itu. Ia berwudu, masuk masjid, dan shalat Dhuhur.

Setelah membaca wirid dan doa sekadarnya, nenek tersebut keluar masjid, lalu membungkuk-bungkuk di halaman. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceraan. Selembar demi selembar dikaisnya, tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja perlu waktu lama untuk membersihkan halaman masjid dari dedaunan yang jatuh dari pohon dengan cara seperti itu. Padahal, jika tengah hari, sengatan matahari di Madura sungguh menyengat. Keringat pun mengucur dari tubuh yang kurus dan mulai rapuh itu.

Banyak pengunjung masjid yang merasa iba kepadanya. Hingga suatu hari, takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum si nenek datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai menunaikan shalat, ketika hendak melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut.




Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan lalu menangis. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang pun menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "berikan aku kesempatan untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan daun-daun yang berserakan seperti biasa. Seorang kiai yang terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan tua itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan daun-daun di halaman masjid.

Ia pun mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat; pertama, hanya Pak Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang, ia sudah meninggal, dan kita bisa mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, Pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat tanpa syafaat Kanjeng Rasulullah.

Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya telah membacakan shalawat kepadanya."

Begitulah, ketika seseorang mencintai Nabinya, ia akan mencari seribu satu cara agar bisa menyalurkan rasa cinta itu. Nenek renta ini bukanlah seorang ulama terkenal, ia hanyalah seorang penjual bunga cempaka.

Tidak banyak kata dalam kamus kehidupannya untuk mengungkapkan kerinduannya kepada Rasulullah. Namun, dengan kesederhanaan yang begitu jernih dan berbalut keikhlasan, ia telah mampu menginspirasi banyak orang untuk mempertanyakan sejauh mana kecintaannya kepada Al Musthafa, Rasulullah saw.
source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com