Showing posts with label Ilmu. Show all posts
Showing posts with label Ilmu. Show all posts

Thursday, June 21, 2012

Wawasan Seorang Bocah

Dikisahkan bahwa Al-Makmun memisahkan diri dari pasukannya, lalu berjalan melewati salah satu perkam-pungan Arab. la melihat seorang bocah sedang berdiri mengisi girbah (tempat air) sambil memanggil ayahnya untuk minta bantuan agar dapat menguasai pegangan girbahnya.

Bahasa yang digunakan anak itu begitu santun dan baik layaknya orang dewasa sehingga menarik perhatian Khalifah Al-Makmun. la pun bertanya kepada anak itu, "Siapakah engkau? Semoga Allah memberkatimu."

Anak itu menyebutkan namanya dan balik bertanya, "Dan siapakah engkau?"

Al-Makmun menjawab, "Keturunan Adam."

"Memang benar keturunan Adam, tetapi keturunan Adam yang mana?" tanya anak itu kembali.



"Yang pilihan dan terbaik di antara mereka," jawabnya.

"Oh, berarti engkau orang Arab. Dari silsilah siapa?" tanya anak itu penasaran.

"Yang pilihan dan terbaik di antara mereka," jawab Al-Makmun untuk menguji pengetahuan anak itu lebih jauh.


"Berarti dari keturunan Mudhar. Dari silsilah siapa?" "Yang pilihan dan terbaik di antara mereka."

Anak itu mengetahui maksudnya, "Jadi, dari Bani Hasyim. Dari silsilah siapa?" kejarnya.

"Yang pilihan dan terbaik di antara mereka. Aku dari keturunan yang didirikan oleh anak cucu Hasyim seluruhnya."

Dengan kecerdasannya, anak itu menjawab pasti, "Kalau begitu, engkau adalah AmirulMukminin!" disambung dengan mengucapkan salam kepada sang khalifah.

Al-Makmun tersenyum puas dan kagum akan kecerdasan dan wawasan yang dimiliki anak tersebut, lalu bertanya, "Mana yang lebih kau sukai, seratus dinar sekarang, atau sepuluh dinar nanti?"

Anak itu menjawab, "Aku tidak akan menjual yang sekarang untuk membeli yang nanti!"

Kemudian seorang lelaki tua renta keluar dari dalam rumah. Melihat orang itu keluar, Al-Makmun berusaha menarik anak itu. Lelaki tua itu lantas berkata, "Aku lelaki tua nan lemah. Anak itu mempunyai ibu yang tua dan lemah seperti aku. Kami tidak memiliki apa pun selain anak itu. Maka janganlah engkau rampas ia dari sisi kami."

Al-Makmun kemudian memberi perintah kepada bawahannya untuk memberi seratus dinar kepada anak itu.source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Tuesday, June 19, 2012

Tidak takut di katakan Bodoh

Imam Malik adalah sosok alim ulama yang rendah hati. Meskipun ia selalu belajar dan menimba ilmu dari 900 orang guru, ia tidak pernah merasa dirinya paling pintar. Imam Malik berkata, "Sering kali aku tidak tidur semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas permasalahan yang diajukan kepadaku."


Suatu hari salah seorang muridnya datang dari suatu daerah yang jauh. Masyarakat tempat ia tinggal memiliki masalah penting yang belum terselesaikan. Sang murid bermaksud untuk menanyakan hal tersebut kepada gurunya, Imam Malik.


Akan tetapi, Imam Malik tidak bisa memberikan jawaban kepadanya karena memang beliau tidak tahu jawaban atas permasalahan tersebut. Dengan sejujurnya, beliau berkata, "Aku tidak tahu."

Tentu saja sang murid menjadi kecewa. Lalu, ia berkata, "Apakah aku harus mengatakan kepada orang-orang bahwa Imam Malik tidak tahu?"


"Ya!" Jawab Imam Malik, "Katakanlah kepada kaummu bahwa aku tidak tahu!"


Pernyataan Imam Malik ini mungkin bagi sebagian orang pintar merasa bisa menjatuhkan harga dirinya karena akan dianggap bodoh. Bahkan, untuk menghindari agar tidak disebut orang bodoh, ia akan berusaha untuk mengada-adakan jawaban tanpa memedulikannya, apakah bisa dipertanggungjawabkan atau tidak.


Hal itu tidak berlaku bagi Imam Malik. Jika memang tidak memiliki jawaban atas pertanyaan itu, beliau lebih memilih mengatakan sejujurnya bahwa tidak mengetahui jawaban daripada harus mengatakan bahwa ia tahu semua tanpa ilmu.


Ia mewarisi sifat jujur Nabi saw ketika menetapkan suatu jawaban atas permasalahan. Jika Rasulullah saw menanti wahyu untuk mengetahui jawabannya, Imam Malik akan belajar dan belajar lagi hingga menemukan ilmu yang benar untuk menjawab permasalahan di atas.
source : kumpulan-kisah2.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com