Showing posts with label Kisah muallaf perempuan. Show all posts
Showing posts with label Kisah muallaf perempuan. Show all posts

Tuesday, April 3, 2012

Maylan Soplanit Muallaf Ambon yang Rela Berhijrah Demi Memeluk Islam

Maylan Soplanit

AMBON (voa-islam.com) - Lahir dari keluarga Nasrani yang taat ternyata tidak menghalangi Maylan Soplanit (26 tahun) untuk menyambut hidayah Allah. Mayland yang lahir di Ambon pada tanggal 22 Desember 1986  memilih masuk Islam karena panggilan hati.

Ketika voa-islam.com menanyakan kepadanya alasannya menjadi muallaf? Wanita yang awalnya  bermukim di desa Soya mengatakan bahwa ia masuk Islam karena adanya keinginan yang kuat dalam hatinya. Maylan mengaku  sebenarnya ia memeluk Nasrani karena kebetulan orang tuanya nasrani. Padahal setelah mengerti, ia lebih memilih Islam sebagai agamnya.

Keinginan Maylan untuk masuk islam kemudian disampaikan kepada temannya seorang muslimah yang bermukim di daerah STAIN desa Batumerah, Ambon.

Pada hari Sabtu (31/3/2012) pukul 19.45 WIT dengan bimbingan ustadz Abu Fida dan disaksikan oleh imam Masjid Kampung Kahena desa Batumerah, Ambon serta beberapa warga muslim lainnya, Maylan mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ia masuk Islam.

Sebelum diikrarkannya dua kalimat syahadat ustadz Abu Fida menjelaskan kepada Maylan bahwa  seseorang menjadi muslim tidak cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan ber-KTP Islam  saja, namun ada konsekwensi-konsekwensi dan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan seperi shalat, puasa, zakat dan lainnya.

Ustadz Abu Fida mengimbau kepada Maylan bahwa setelah menjadi mullaf, ia harus mempelajari Islam agar bisa menjadi seorang muslimah yang baik. Setelah mendapatkan penjelasan singkat tentang ajaran Islam dan konsekwensinya sebagai seorang muslim maka Maylan tetap pada pendiriannya untuk masuk Islam.

Maylan setelah menjadi seorang muslimah  mengganti namanya menjadi Maryam. Kemudian sebagai  bekal pembinaan dalam mempelajara Islam Maryam akan dibimbing oleh seorang ustadzah yang bermukim di daerah STAIN desa Batumerah bersama-sama beberapa mualaf yang lain dalam satu kelompok pengajian.

Maylan yang sebelumnya bekerja di sebuah penginapan saat ini terpaksa memilih keluar kerja dan berhijrah ke daerah muslim (desa Batumerah). Hal tersebut dilakukan untuk menghindari teror dari orang-orang yang tidak senang dengan keislamannya dan juga agar ia bisa belajar Islam.

Wanita alumni SMU Negeri 2 Ambon yang berayahkan Adolf Soplanit dan beribu Sopia Muskita mengatakan meski kedua orang tuanya mungkin saja tak senang jika dirinya memeluk Islam, ia siap menerima konsekwensi dan juga siap menghadapi ujian setelah dirinya menjadi muslimah.

Mudah-mudahan Maylan soplanit yang telah berganti nama Maryam bisa istiqomah dalam keislamannya dan menjadi seorang muslimah yang baik. [AF]
source : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Sunday, February 26, 2012

Kisah Masuk Islam Julianne Scasny




Suatu hari, Julianne Scasny mengikuti kelas sejarah. Tema yang dipelajari hari itu tentang sejarah agama-agama besar di dunia. Di depan ruang kelas, sang guru tengah menjelaskan agama Islam. Saat guru itu tengah asyik bercerita tentang Islam, seorang teman Julianne protes.

Siswa yang berasal Mesir dan beragama Islam itu tak sependapat dengan penjelasan gurunya. Pelajar Muslim itu mengoreksi dan meluruskan informasi yang salah tentang Islam. ‘’Wow, dia berani sekali membantah guru,’’ ujar Julianne. Sejak terjadi perdebatan antara temannya yang Muslim dengan guru sejarah itulah, wanita kelahiran Michigan, Amerika Serikat (AS) tersebut mulai tertarik pada Islam.

Julianne sangat penasaran dengan Islam. Pada suatu hari, ia pun bertanya kepada temannya yang beragama Islam tentang perbedaan antara Katolik -- agama yang saat itu dianutnya -- dan Islam. Sayangnya, temannya itu tak banyak memberi penjelasan. Rasa ingin tahunya tentang Islam pun tak terpenuhi.

Ia tak menyerah. Untuk mencari tahu tentang Islam, Julianne pun mengunjungi rumah teman sekelasnya yang Muslim itu. Ia lalu meminjam Alquran dari orangtua temannya. Tentu saja, Alquran yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Hati Julianne bergetar saat membaca Alquran. Gadis pecinta sastra dan pemuja puisi itu sangat terpesona dengan bahasa kitab suci umat Islam yang amat indah. Ketertarikan pada keindahan bahasa Alquran mendorongnya untuk membaca seluruh ayat-ayat suci itu.

Dalam kalbunya terbesit sebuah keyakinan. ‘’Anda kitab ini ditulis dalam bahasa Inggris, sekalipun, penulisnya tak mungkin seorang manusia. Ini firman Tuhan,’’ ujar Julianne dalam hati. Ia begitu yakin dengan kebenaran dari Alquran. ‘’Dan saya menjadi Muslim di dalam hati,’’ kata wanita pernah berkeinginan menjadi seorang biarawati itu.

Julianne pun mengucap dua kalimah syahadat. Ia bertekad menjadi seorang Muslimah, meski tantangan berat harus dihadapinya. Dalam hatinya telah tertanam sebuah keyakinan bahwa Islam adalah agama yang paling benar.

***

Julianne berasal dari keluarga keturunan Polandia-Suriah. Ia terlahir pada 25 April 1982. Ayahnya adalah seorang campuran Polandia dan Slovakia, sedang ibunya seorang Halab, Suriah yang lahir di Detroit. Julianne pun lahir sebagai Katolik di Detroit, Michigan.

Kedua orangtuanya murka begitu tahu bahwa Julianne telah memeluk Islam. Mereka tak bisa menerimanya, terutama sang ibu. Sebenarnya, ia amat berharap orangtuanya dapat menerima Islam sebagai agamanya, namun ternyata sebaliknya.

Ibunya berusaha melarangnya berteman dengan orang-orang Muslim. Sang ibu juga kerap menelepon orangtua temannya agar tak lagi mendakwahkan Islam kepada Julianne. Saat itu, ia begitu bingung. Namun, imannya tak goyah sedikitpun.

Setiap hari sang ayah membongkar kamarnya. Semua barang-barang bernuansa Islam yang ada di kamar Julianne seperti sajadah, hijab, dan Alquran disita ayahnya. Julianne terpaksa menyembunyikan Alquran di ventilasi pendingin udara agar tak dapat terjangkau ayahnya. Ia amat khawatir kedua orangtuanya akan membuang Alquran itu.

Berbagai upaya dilakukan kedua orangtuanya agar Julinanne melepas keyakinannya sebagai Muslim. Mereka berusaha mengajaknya ke gereja. Suatu hari ibunya berupaya mempertemukannya dengan seorang pendeta. Di hadapan pendeta, Juliane mengatakan amat cinta kepada Islam.

‘’Aku tak habis piker. Bagaimana sesuatu yang indah ini (Islam) dianggap buruk oleh orang-orang,’’ ucap Julianne. Pendeta tersebut mengatakan bahwa mimpi Julianne yang pergi ke negara Muslim sambil berhijab adalah perbuatan setan. "Saya tidak dapat melupakan wajahnya, ia terlihat seperti setan ketika ia mengatakan itu,’’ ujarnya menggebu-gebu.


SULITNYA MENDAPAT MAKANAN HALAL DAN SHALAT DI RUMAH
Julianne juga mengisahkan bagaimana ibunya sering berbohong. Sang ibu kerap menghidangkan masakan yang terbuat dari babi, namun mengaku terbuat dari daging sapi. Sebagai seorang Muslimah, Julianne amat selektif dalam memilih makanan. Ia harus memastikan hidangan yang disantapnya halal.

Ia pun memeriksa pembungkus makanan yang dihidangkan ibunya. Ternyata dugaannya benar, masakan yang disajikan itu terbuat dari daging babi. Ayahnya pun pernah membuatnya memilih untuk tinggal di rumah sebagai seorang Katolik atau meninggalkan rumah.

‘’Shalat adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan di rumah, mereka mengolok-olok ketika saya shalat,’’ ujarnya. Sejujurnya Julianne mengaku sangat sakit hati diperlakukan seburuk itu. Keluarganya selalu menghina Islam, agama yang dianutnya.

***

TIDAK GENTAR BELAJAR ISLAM WALAU DITERPA BERBAGAI COBAAN

Banyak muslim di Indonesia yang tdk mndpt tekanan dari keluarga yg sejak awal sdh muslim, namum malah enggan belajar Islam, bahkan berbalik sesat mnjd Islam liberal. Padahal jika kita lihat perjuangan muallaf yang mndpt bnyk tekanan saja tdk gentarf utk terus belajar Islam dan mnerapkan syariah.

Julianne mengaku mempelajari shalat dalam bahasa Arab secara otodidak melalui video dan buku-buku. Ia juga mulai menjelaskan tentang Islam kepada adik perempuannya. Mengatui hal itu, kedua orangtua Julianne mengancam akan mengusirnya dari rumah.

Julianne pun berhenti mengajarkan Islam kepada adiknya. Meski begitu, ia sempat mengatakan banyak hal kepada adiknya tentang Islam. Adiknya pun mulai tertarik dan bahkan mulai mempertanyakan sejumlah hal tentang Islam.

Berada di bawah tekanan dari kedua orangtuanya, Julianne pun mulai kesulitan untuk menunaikan shalat. Ia sempat berhenti melakukan shalat. Ia tak pernah berhenti berdoa di dalam hati agar diberi kesempatan untuk mendalami Islam ketika dewasa.

Tidak seorang pun mendukung keislamannya, kecuali orangtua teman-temannya yang meminta Julianne agar mendengarkan nasihat kedua orangtuanya. Teman-teman Muslimnya juga tidak benar-benar mengerti apa yang dialaminya. Barangkali, mereka sendiri belum benar-benar dewasa dan mengerti tentang Islam secara baik.

Ketika usianya menginjak 20 tahun dan sudah berstatus sebagai mahasiswi, doa Julianne yang ingin mendalami Islam terkabul. Ia mendapat kabar di sekitar lingkungannya dibangun sebuah masjid. Untuk memastikan kabar itu, ia menelepon wanita yang memberinya Alquran dan menanyakan tentang masjid yang baru dibangun di dekat rumahnya.

Sebelum berdiri rumah ibadah itu, masjid terdekat di daerahnya tinggal harus ditempuh selama 45 menit hingga satu jam perjalanan. Berdirinya masjid itu membuatnya amat bahagia. Julianne pun memutuskan untuk mengulang syahadatnya sebagai seorang Muslim, tepat pada bulan Ramadhan.

Ia pun berkomitmen akan mendalami Islam dan tidak lagi peduli dengan larangan kedua orangtuanya. ‘’Saya merasa seperti Nabi Yunus yang berada di perut ikan paus. Namun saya bertekad untuk keluar dari kebiasaan buruk itu,’’ kenangnya. ALLAHUAKBAR!

***

MANTAP MEMAKAI HIJAB

Julianne pun mulai memakai hijab, meski kedua orangtuanya melarang. Iman dalam hatinya sudah mantap. Islam adalah jalan hidupnya. Ia sudah tak lagi menghiraukan perintah kedua orangtuanya untuk meninggalkan Islam.

Agar bisa mengenakan jilbab, terkadang Julianne memakainya di mobil. Ibunya sangat kecewa. ‘’Ia mengatakan aku seperti seorang wanita tua, ketika aku mengenakan hijabku. Ketika ia berusaha mengambil hijab itu dari kepalaku, aku memukulnya. Astaghirullah,’’ tuturnya.

Julianne benar-benar mengalami kehidupan yang berat pada saat itu. Sang ibu menilai dirinya telah membuat malu keluarga. Ibunya mengatakan tidak ingin melihat Julianne di kota tempatnya tinggal.

Ia akhirnya tinggal di rumah neneknya. Lagi-lagi Julianne mengalami kesulitan. Ketika sedang menunaikan shalat, sang nenek berteriak padanya, "Tidakkah kau mendengarku ketika aku berbicara denganmu?"

SAAT MEMBACA AL QURAN DIOLOK-OLOK

Mereka menertawakan dan mengolok-oloknya ketika membaca Alquran. Kakeknya, bahkan tidak mau lagi berbicara dengannya. Ibunya sempat membawa Julianne ke seorang psikoterapi. Ia pun diberi obat psikotik. Tentu saja ia tidak mau memakannya, justru membuangnya. Subhanallah, betapa berat cobaan saudara kita ini. Alhamdulillah kita yang diberi oleh Alloh Swt nikmat dilahirkan dalam keluarga muslim, tapi mengapa kita malah tdk bangga dgn identitas muslim kita dan seringkali bertasyabuh dgn tradisi agama kaum kufur????????

***

MENIKAH SECARA ISLAM

‘’Satu-satunya hal yang dapat ku lakukan agar keluar dari kesulitan ini adalah dengan menikah,’’ tuturnya. Julianne pun mengganti namanya menjadi Noora Alsamman. Pernikahannya pun dilalui dengan sejumlah hambatan.

Ia bertemu dengan seorang Muslim dari Damaskus, Suriah. Sang ibu tidak menyetujui pernikahannya dengan calon suaminya. Julianne memutuskan untuk menikah secara Islam. Hal inilah yang membuat ibunya tidak setuju. Selain itu, suaminya juga adalah seorang Muslim.

‘’Ibu ingin aku menikah dengan seorang Kristen dan melaksanakannya di gereja," tuturnya. Ia ingin melihat anaknya memakai gaun putih dan pernikahan tersebut disahkan di gereja.

TIDAK MAU BERPACARAN DAN TEGAR DI ATAS SYARIAH ISLAM

Keteguhan hatinya pada Islam membuat pernikahan itu akhirnya berjalan dengan lancar, meskipun sang ibu terus berusaha membatalkannya. Sang ibu memaksa Julianne untuk berpacaran terlebih dahulu dengan suaminya agar mereka saling mengenal. Tapi tentu saja dlm Islam tdk boleh berpacaran, jd harus berta'aruf.

Setelah menikah, Julianne alias Noora pindah dari Atlanta ke Houston. Setahun kemudian mereka dikaruniai seorang putra bernama Yousuf. ‘’Alhamdulillah, saya berharap, insyaallah bisa pindah ke Madinah,’’ katanya.

Di akun facebooknya, Noora memadukan nama asli dengan nama Islamnya menjadi Julianne Noora Scasny Alsamman. Status-statusnya diisi dengan pesan-pesan keislaman dan rasa syukurnya menjadi seorang Muslimah.
akun fb: Julianne Noora Scasny Alsamman
http://www.facebook.com/noorminAllah



PENUTUP
Rahmat Bagi Orang-orang Bertaqwa

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.(QS.Al BAqarah-212)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(QS.Ali Imran-133)

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.(QS.Ali Imran-172)

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar. (QS.Ali Imran-179)


Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan."(QS.Al MAidah-100)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS.Al An'aam-32)

Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. (QS.Yusuf-57)


Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
(QS.An Nahl-30)

Itulah syurga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.(QS.Maryam-63)

Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,(QS.Maryam-85)

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.(QS.An Nuur-52)

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya."
(QS.Az Zumar-73)

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz: ”Siapa yang menginginkan datangnya pertolongan Allah dan keselamatan bagi agamanya, serta menginginkan kesudahan yang baik, maka hendaklah bertakwa kepada Allah, dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. Juga hendaknya menjauhi larangan–larangan Allah dimana pun dia berada. Inilah sebab–sebab pertolongan Allah padanya…”

Waallahu'alaam,
source : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Saturday, February 18, 2012

Kisah Masuk Islam Maria Anastasia Ria Utami





BEKASI (voa-islam.com) - Ada yang berbeda dalam acara bertajuk Semalam Bersama Dewan Dakwah Bekasi yang dilaksanakan di Masjid Nurul Islam Islamic Centre, Jl. Ahmad Yani No. 22, Kota Bekasi. Acara ini biasanya di selenggarakan pada hari Sabtu malam Ahad, namun kemarin diselenggarakan pada hari Jum’at (25/11) malam Sabtu.

Dalam acara rutin yang diselenggarakan DDII Bekasi kali ini juga menampilkan testimoni (kesaksian) dari mantan biarawati yang menjadi mualaf. Beliau adalah RR Maria Anastasia Ria Utami.

Di hadapan ratusan para hadirin yang hadir, Ibu Maria Anastasia menceritakan pengalaman masa lalunya saat menjadi biarawati.

“Selama berkecimpung sebagai seorang biarawati saya adalah sebagai pelayan. Jadi saya hanya sebagai pendidik, pengajar dan hanya membantu sebagai perawat di Rumah Sakit. Itu yang saya kerjakan selama menjadi biarawati.” kenangnya.

Ibu Maria Anastasia ternyata adalah kakak kandung dari mantan misionaris yang juga masuk Islam dan menjadi da'i Ustadz Bernad Abdul Jabar. Meski demikian dirinya mengaku bahwa ia masuk Islam bukan lantaran bujukan dari adiknya, melainkan karena kesadaran dan panggilan dari Allah.

“Saya menjadi seorang muslimah karena ini adalah panggilan dari Allah, panggilan yang sangat kuat sekali yang begitu menghentakkan jiwa saya. Saya hanya ingin melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.” Ujar kakak kandung Ustadz Bernad ini.

Beliau juga menambahkan bahwa lantunan adzan yang setiap hari ia dengarkan merupakan salah satu daya tarik yang mendorongnya menjadi mualaf.

“Semua terjadi dengan sederhana, saya merasa ditarik oleh sesuatu yang sangat luar biasa yaitu suatu cahaya, cahaya itu begitu kuat dan lantunan adzan yang terus menerus setiap hari saya dengarkan menarik jiwa saya untuk kembali dan membesarkan nama Allah.” imbuhnya.

Subhanallah, hidayah Allah datang lewat berbagai cara, barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Semoga testimoni dari Ibu Maria Anastasia bisa menjadi inspirasi kawan-kawannya yang lain untuk menjadi mualaf.

source : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Thursday, February 16, 2012

Kisah Masuk Islamnya Allison Woolford

Allison Woolford

Dikonfirmasikan bahwa Artis Amerika Allison Woollford, lahir 17 Mei 1984, yang telah masuk Islam tahun lalu dan berperan dalam beberapa serial Teluk ditimur tengah mengkonfirmasikan bahwa saat ini is sedang mempelajari fatwa-fatwa dan fiqih, namun dia belum berpikir untuk memakai jilbab saat ini dengan pertimbangan bahwa itu "keputusan yang tidak mudah," apalagi menurutnya dia adalah satu-satunya Muslim di keluarganya. Tapi alhamdulillah, kini beliau tlh berhijab, alhamdulillah!

Mengenai kisah keislamannya dia menceritakan kepada koran Kuwait, "Rai Media": "tahun lalu ketika saya berbaring di rumah sakit karena kecelakaan sehingga saya harus istirahat dalam seminggu dirumah sakit Ar Razi di Kuwait, ketika itu ada seorang pasien wanita di samping saya sedang merasakan sakit lalu dia mengeluarkan sebuah kaset dan mendengarnya dan sayapun ikut mendengarkan rekaman dengannya,saya merasa nyaman dan rileks ketika saya hendak keluar dari rumah sakit, saya bertanya kepadanya tentang artis yang memiliki suara merdu, wanita tadi tertawa dan mengatakan bahwa ini bukan kaset musik tetapi suara murattal AlQuran, saya merasa bahwa ada perasaan aneh dalam diriku yang bergerak. dan saya diperkenalkan kepada Islam selama saya di Kuwait dan bertemu dengan kaum muslimin, maka saya memutuskan untuk memeluk Islam. "
Subhanallah...

Adapun reaksi terhadap keislamannya, dia berkata: "Keluarga saya dapat menerimanya, dan menganggap ini kebebasan pribadi dan tidak membenci masuknya saya dalam Islam, terutama ayahku yang tinggal di Kuwait."

Dan apakah dia mendapat masalah-masalah karena dia gadis mandiri yang tinggal di sebuah masyarakat terpelihara,dia menjelaskan:

"setiap hari Saya mengalami masalah, terutama mereka yang menganggap bahwa saya seorang gadis yang gampangan dan dapat menjalin suatu hubungan sementara seolah karena saya seorang gadis barat yang liberal,mereka mengkaitkan kebebasan seorang gadis dengan akhlaknya yang buruk, tapi ini berlawanan dengan kenyataan, karena Saya seorang gadis yang multazimah dan saya harus melindungi diriku sendiri ... dan gangguan yang dihadapi oleh setiap wanita yang tinggal di Timur Tengah, baik wanita Arab atau Amerika, tapi wanita Amerika dan Barat secara umumnya dan semoga semua orang tahu bahwa saya menjadi seorang Muslim dan mereka memperlakukan saya atas dasar itu. "

Allison kini banyak menghabiskan waktunya untuk belajar di daerah UAE, terutama di Dubai dan kuwait.

Pada 22 Januari 2011, terlihat status FB nya:"Finally finished my Bachelors Degree! THANK GOD! Studying the next 4 months to place as a Foreign Officer Diplomat!"

Mari kita doakan agar beliau dapat terus belajar sehingga menjadi muslimah sejati, dan masuk Islam secara kaffah.

Allohumma aamiin.

Sumber : Mualaf

source : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Sunday, December 11, 2011

Kisah Islam QUEENIE PADILLA

QUEENIE-PADILLA

QUEENIE PADILLA, MANTAN AKTRIS FILIPHINA YANG MENEMUKAN KEBAHAGIAAN HAKIKI DALAM ISLAM

"AKU INGIN HIDUP DENGAN CARA ISLAM, “KALAU KAMU ADALAH SEORANG MUSLIMAH YANG SESUNGGUHNYA, KAMU AKAN MERASA DIREMEHKAN SAAT MEMAKAI PAKAIAN YANG PENDEK ATAU TERBUKA,” tutur Queenie.

Bahagia Semu tapi Tersesat di Dunia Hiburan, Queenie Padilla Memilih Islam: "QUEENIE MENGAKU AMAT BAHAGIA DAN PUAS SETELAH BERISLAM SECARA PENUH"
Sosok Queenie Padilla begitu masyhur di jagad hiburan Filipina. Ia seakan mewarisi talenta dari sang ayah, Robin Padilla, seorang bintang film kondang. Sejatinya, Queenie Padilla adalah nama panggung yang digunakan Rozelle Elizabeth Padilla sejak terjun ke dunia hiburan.

Pamornya yang moncerdi industri hiburan ternyata tak mampu menghadirkan kebahagiaan dalam dirinya. Perempuan kelahiran 17 Juli 1991 itu mengakui bahwa dunia hiburan tak memberinya segala sesuatu, seperti yang diperkirakan banyak orang.
“Aku sangat tidak bahagia saat berada di showbiz. Di sana, aku seperti tersesat dan merasa tidak menjadi bagian dari apa pun dan siapa pun,” ujarnya seperti dikutip oleh ABS-CBN News, beberapa hari setelah kepulangannya dari menunai kan ibadah haji, akhir November lalu.

Lantaran tak mampu mendatangkan kebahagiaan, Queenie akhirnya memutuskan gemerlapnya dunia hiburan, sekitar delapan bulan lalu. Ia pun hijrah menuju Islam. Perempuan berparas cantik itu mengucapkan dua kalimah syahadat dan bertekad menjadi seorang Muslimah.

Kini, dengan hijab membalut tubuh dan kepalanya, Queenie tegas mengungkapkan perasaannya, “AKU BANGGA MENJADI SEORANG MUSLIM.”

Keislaman Queenie terinspirasi oleh ayahnya yang telah lama menjadi Muslim. Sang ayah memeluk Islam saat menjalani hukuman 21 tahun di penjara New Bilibid, Filipina, atas kepemilikan senjata api secara ilegal.

Queenie bercerita bahwa ia telah mengenal Islam dari sang ayah saat berusia delapan tahun. Hanya saja, ia mengaku tak cukup memahami agama itu. “Aku tak menyalahkan ayahku karena tak mengenalkanku lebih jauh pada Islam. Ia adalah pria yang sangat sibuk,” katanya.
Namun, dalam tahun-tahun terakhir, ibunda Queenie, Liezl Sicangco, yang juga seorang Muslim mulai bersuara.

Wanita yang kini tinggal di Australia setelah bercerai dengan Robin Padilla itu bahkan pernah memberikan pernyataan terbuka bagi Queenie dan adiknya, Kylie.

Sang ibu meminta agar kedua putrinya kembali pada Islam. Queenie menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir, ibunya kerap berbicara tentang Islam. Dari ibunya, ia mengenal ibadah dan konsep Islam lainnya, termasuk tentang larangan agama. “Dalam Islam, itu disebut haram. Beberapa hal dilarang dalam Islam, termasuk memperlihatkan aurat,” ucap Queenie menirukan nasihat sang bunda.

Islam mengatur tata cara berpakaian bagi Muslimah sepertinya. Kini, ia memahami konsep larangan itu dan secara maksimal mengaplikasikannya. “KALAU KAMU ADALAH SEORANG MUSLIMAH YANG SESUNGGUHNYA, KAMU AKAN MERASA DIREMEHKAN SAAT MEMAKAI PAKAIAN YANG PENDEK ATAU TERBUKA,” tutur Queenie.

Satu hal yang paling diingat Queenie dari perkataan ibunya tentang Islam adalah tentang kematian. “Setelah kamu meninggal dunia, di dalam kubur kamu akan ditanya dengan berbagai pertanyaan. Ketika kamu telah melakukan banyak hal haram, bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu?” ujar Queenie menirukan ucapan ibunya.

Ucapan sang bunda itu membuat Queenie gelisah. Setiap malam, sebuah pertanyaan besar mengantarnya tidur, “Apakah selama ini aku telah lakukan hal yang benar?” kenangnya. Dari situ, Queenie tertarik pada Islam. Ketertarikan itu ia sampaikan pada sang ibu.

Sejak itu, ia mendapat lebih banyak pemahaman baru tentang Islam dari ibunya. Pada masa-masa itulah Queenie mengalami perasaan yang tak bisa dijelaskannya. Sampai pada bagian ini, Queenie tak mampu menahan air matanya. “Aku tak tahu apa itu, seperti panggilan atau apa pun yang tak kumengerti,” ujarnya sembari terisak haru.

Perasaan itu kemudian mendorongnya pada sebuah keputusan untuk meninggalkan dunia hiburan yang pernah membesarkan namanya. “Aku ingin menjalani hidupku sesuai dengan Islam, sesuai dengan Sunah Nabi Muhammad SAW,” kata Queenie, kembali menangis.

Tangisnya mereda sesaat, sebelum akhirnya kembali pecah saat ia mengatakan, “Sekarang Allah ada di dalam hidupku. Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallah,” serunya sambil menyeka air mata.

Queenie mengaku bahagia dan puas setelah berislam secara penuh. Kesyukurannya begitu besar karena ia tahu Allah hanya memberikan hidayah kepada orang-orang yang dipilihnya, dan ia terpilih. Rasa syukur itu mendorongnya untuk menggapai pengetahuan yang lebih mendalam tentang Islam.

Setelah beberapa lama meninggalkan dunia hiburan, Queenie merasa keislamannya belum lengkap. Ia lalu menghubungi ayahnya yang berada di Singapura. “Kukatakan padanya, ‘Ayah, aku ingin menunaikan haji’,” katanya.

Keinginannya untuk berhaji sangat besar sehingga ia sempat kecewa saat sekretaris ayahnya, yang membantu proses pengurusan haji, mengatakan semua jalur pendaftaran telah ditutup. Beruntung, seorang panitia haji yang juga teman ayahnya mengatakan bisa mem buka kesempatan itu untuknya. "Alhamdulillah, Allahu Akbar," serunya lagi.

Menunaikan ibadah haji seakan menjadi pilihan tepat. Dari ibadahnya itu, ia membawa pulang pengalaman spiritual yang diceritakannya sambil berkali-kali mengucap takbir. Saat pertama meng injak Tanah Haram dan melihat Ka'bah, aku merasa betapa aku sangat diberkati. Ya Allah, Laa Ilaaha Illallah, rasanya aku dekat sekali dengan Allah saat berada di sana, ungkap Queenie bahagia.

Tak sempat mengunjungi Raudhah, Queenie mengaku sangat sedih karena begitu ingin berdoa di masjid Rasulullah itu, dekat peristirahatan terakhirnya. Mungkin kesempatanku belum datang. Insya Allah aku akan kembali lagi ke sana, insya Allah, ujarnya seolah berjanji pada diri sendiri.

Di samping untuk menyempurnakan kewajibannya sebagai Muslim yang mampu, Queenie mengatakan keberangkatannya ke Tanah Suci adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sulung dari empat bersaudara ini yakin haji yang baru ia tunaikan akan membantunya memulai hidup baru.

Ia yakin Allah menerima hajinya, mengampuni dosa-dosanya, dan membuatnya merasa seperti bayi yang baru lahir. Queenie kembali menangis mengenang pengalaman hajinya. Lewat penuturannya, ia menunjukkan kekagumannya pada jutaan Muslim yang ditemuinya di Makkah. Di situ, ia belajar tentang level keimanan, yang berbuah pengorbanan.

Banyak di antara mereka yang rela tidur di masjid tanpa akomodasi memadai. Semua pengorbanan itu mereka lakukan agar bisa berhaji. Allahu Akbar, ujarnya.

Dan, aku sangat beruntung, tambahnya dengan mata berkaca-kaca. Aku adalah orang yang telah banyak melaku kan dosa, namun Allah meng undangku ke rumah-Nya. (ed: Heri Ruslam)
ISLAM SUMBER KEDAMAIAN

Pengalaman spiritual yang dialami Queenie selama berada di Makkah dan Madinah meng ajarkannya banyak hal tentang Islam. Dan, satu hal yang tak akan dilupakannya adalah perjuangan sarat makna di dalamnya.

Islam adalah agama damai dan sumber dari kedamaian, ujarnya. Ibadah haji, kata Queenie, membuatnya menyadari hal itu. Ia melihat jutaan Muslim datang bersamaan dari berbagai negara dan ras. Di sana, mereka saling membantu dan beribadah bersama-sama.

Aku bahagia memiliki kesempatan berhaji. Dan, aku sangat bahagia menjadi seorang Muslim, ungkapnya.

Menurut Queenie, Islam adalah sebuah jalan hidup yang harus diambil oleh siapa pun. Saat kamu menjadi Muslim, kamu tahu apa tujuan hidupmu. Tujuanmu di dunia adalah untuk ber ibadah kepada Allah, ujarnya.

Terkait itu, Queenie menyoroti perilaku pemuda seusianya. Ia melihat, banyak di antara mereka yang menemukan tekanan dari lingkungan, terutama dari kelompokkelompok negatif.
Apa yang dialami oleh banyak remaja saat ini adalah kehidupan yang menyedihkan, dan itu karena mereka tidak mengetahui tujuan hidup mereka, katanya menegaskan.

Di sela-sela penuturannya, Queenie menyampaikan terima kasihnya kepada sang ayah yang telah membantunya sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Lebih dari itu, ia berterima kasih karena ayahnyalah yang mengenalkannya pada Islam. Tanpanya, aku tak mungkin menjadi Muslim.

Selain itu, Queenie tampak sangat menginginkan remaja seusianya merasakan pengalaman haji seperti yang telah dirasakannya. Terlebih, ia menemukan sebagian besar jamaah haji adalah orang-orang tua.

Jangan menunggu dirimu tua. Jika kamu memiliki kesempatan untuk menunaikan haji, berangkatlah! katanya.

Kini, Queenie mengaku siap mengemban tanggung jawab sebagai Muslim. Ia ingin menjadi inspirasi remaja seusianya untuk mengenal dan memeluk Islam. Untuk itu, aku akan belajar lebih banyak lagi tentang Islam, dan melakukan dakwah, insya Allah, ujarnya.

Seusai berhaji, Queenie ingin memfo kuskan dirinya pada kuliah dan mengi ringinya dengan mendalami Islam. Ditanya soal kemungkinannya kembali ke dunia hi buran, ia menjawab singkat, "AKU INGIN HIDUP DENGAN CARA ISLAM." SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH...

Video Interview setelah pulang dari haji klik disini

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=341281182553618&set=a.150060425009029.32961.150052265009845&type=1source : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Saturday, December 3, 2011

Kisah Anak Amerika Yang Masuk Islam

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)


Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun. Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syariah, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.


Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil. Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, "Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?"

Wartawan itu berkata: Tidak.

Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya. Bocah itu kembali berkata ,
Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?.

Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan.

Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ?

Apakah engkau telah menunaikan umrah ?

Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ?

Apakah pakaian ihram tersebut mahal ?

Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ?

Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat.

Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, " Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena saya tidak tahu tentang waktu-waktu sholat ".

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, "Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ?" "Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?" Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, "Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku."

Wartawab bertanya kembali, "Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?"

Muhammad tersenyum sambil menjawab, "Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama. Kemudian dia meneruskan : Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut".

Apakah cita-citamu ? tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, Aku memiliki banyak cita-cita.
Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad. 

Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar.

Adakah penyebab hal tersebut ? tanya wartawan lagi.

Ibu Muhammad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : Sesungguhnya gambar Kabah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Kabah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin. Kemudian Muhammad meneruskan, Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.Apakah cita-citamu yang lain ? tanya wartawan. Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang (bani) Israel (Yahudi) dari mereka.jawab Muhammad Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.

Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?tanya wartawan lagi. Muhammad menjawab, Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.

Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ? tanya wartawan
Maka dia menjawab dengan meyakinkan :

Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?

Muhammad menjawab, Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.

Apakah engkau sholat di sekolahan ?

Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari jawab Muhammad Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara.

Bocah itu langsung berkata kepada wartawan, Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan.


source : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Thursday, November 24, 2011

Kisah Chika Nakamura


kisah muallaf
Sehelai pashmina berwarna ungu terang tampak menghiasi dan menutup seluruh bagian rambut di kepalanya. Jika dilihat sepintas, sosoknya sama seperti kebanyakan perempuan Muslimah lainnya. Namun, siapa yang bisa menduga kalau perempuan berwajah oriental ini sejatinya adalah seorang atlit tinju profesional di negeri Paman Sam dan kini seorang Muslimah. MasyaAllah!


Chika Nakamura, demikian nama lengkap pemberian kedua orang tuanya. Ia bukanlah orang Amerika asli ataupun Amerika keturunan. Kedua orang tuanya adalah orang Jepang asli. Ia lahir dan tumbuh hingga remaja di Nara, Jepang. Tiga belas tahun yang lalu, dia memutuskan pindah ke Amerika Serikat untuk mengejar kariernya sebagai petinju. Saat itu, usianya terbilang masih belia, 19 tahun.

Bagi kebanyakan kaum perempuan, tinju bukanlah sebuah profesi yang menarik. Selain sarat dengan kekerasan, profesi ini juga tidak cukup menjanjikan dari segi pendapatan. Saat ini, memang hanya ada sedikit petinju wanita yang memiliki penghasilan tinggi, salah satunya adalah Laila Ali, yang tak lain adalah putri petinju legendaris dunia, Muhammad Ali.

Karena alasan itu pula, keluarga Chika di Jepang tidak pernah memberikan dukungan kepada wanita bertubuh kekar itu untuk menekuni karir di dunia tinju. Kendati tidak mendapat restu dari orang tuanya, hal ini tidak menyurutkan langkah Chika untuk terus menekuni profesi ini.

Bahkan, dia menjadikan tinju sebagai sebuah pekerjaan penuh waktu. Di saat sedang tidak ada tawaran bertanding, Chika mengisi harinya dengan melatih para calon petinju wanita.

Karir di dunia tinju mulai ditekuni Chika secara serius setelah bergabung dengan sasana tinju Gleason's Boxing Gym yang berada di Brooklyn, New York. Sejak 2003, ia lalu mulai terjun ke dunia tinju profesional untuk kategori kelas ringan.


Di dunia pukul-memukul itu, Chika pernah menempati peringkat ke-10 petinju wanita dunia versi WIBA. Dengan rekor tanpa terkalahkan dari lima kali tanding, pada 2007, ia memperoleh gelar New York State Golden Gloves.

Di atas ring, perempuan kelahiran 32 tahun silam ini sangat ditakuti lawan-lawannya. Hal itu terlihat ketika pada 29 Juni 2007 silam, lawan Chika yang sedianya akan melakoni sebuah pertarungan, hari itu urung tampil di atas ring. Menurut pihak panitia, petinju yang akan menjadi lawan Chika tiba-tiba menyatakan mundur dari pertarungan itu pada menit terakhir untuk alasan yang tidak diketahui. "Kadang-kadang lawan akan terintimidasi. Kadang-kadang mereka tidak serius dalam bisnis ini."

Meski para rekannya sesama atlit tinju kerap menghadiri pesta yang menyuguhkan minuman beralkohol, tidak demikian dengan Chika. Kehidupannya di Amerika bisa dikatakan sebagai sebuah pengorbanan.

"Saya hidup seperti layaknya seorang biarawan. Saya tidak minum, tidak berpesta, dan tidak merokok. Sebaliknya, saya mengonsumsi makanan sehat, pergi tidur tepat waktu, dan berlatih setiap hari. Jadi, kapan pun ada pertandingan, mental saya selalu siap," ujarnya seperti dikutip dari laman Women's Sports Foundation.

Sejak memutuskan untuk pindah ke Amerika, hubungan Chika dan orang tuanya di Jepang bisa dikatakan renggang. Mereka tidak pernah saling menghubungi satu sama lain. Untuk mengisi kekosongan peran kedua orang tuanya, Chika telah menganggap sang pelatih Carlos Ortiz dan istrinya, Maria, sebagai keluarga barunya.

Dalam kehidupan tinjunya, Ortiz merupakan orang kelima yang pernah melatih Chika. Namun, bagi Chika, Ortiz adalah sosok pelatih yang selama ini dicarinya. "Itu takdir. Saya sangat beruntung bisa memiliki dia (sebagai pelatih). Dia seperti pahlawan bagi saya. Bukan Oscar De La Hoya, bukan Mayweather, ataupun Muhammad Ali," kata Chika.

Sebelum terjun sebagai pelatih, Ortiz merupakan salah satu petinju besar dunia. Dia pernah menjadi juara dunia tiga kali. Gaya serangannya di atas ring dikenal unik. Chika memegang rekor delapan kali menang, tiga kali dengan Knock Out (KO), dan satu kali kalah.

Menemukan Islam Kehidupan Ortiz yang sederhana memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada pribadi seorang Chika. "Saya belajar banyak dari dia. Tidak hanya soal tinju, tapi juga tentang hidup dan makna kehidupan. Semakin saya berjuang, semakin saya belajar banyak mengenai kehidupan rohani dan keinginan untuk memberi."

Kini, dunia di atas ring bagi Chika tidak selamanya menjanjikan. Ia tidak bisa menjadikan tinju sebagai satu-satunya jalan dan tujuan hidupnya. Setelah keberadaannya tidak lagi dibutuhkan dalam dunia tinju, ia berharap suatu saat bisa mengabdikan dirinya pada pekerjaan sosial.

Untuk itu, sejak beberapa tahun terakhir, ia memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah. Dengan dukungan dari Maria, ia mendaftar di sebuah sekolah tinggi dan mengambil jurusan studi bahasa Inggris. Dan, sejak saat itu, Chika mulai mengurangi aktivitasnya di dunia tinju.

Perubahan yang terjadi dalam diri Chika dalam memandang kehidupan ini pada akhirnya telah membawanya pada Islam. Tepat sehari sebelum masuknya bulan Ramadhan 1431 H lalu, Chika memutuskan untuk berikrar menjadi seorang Muslimah sejati. Tidak banyak orang yang mengetahui perihal keislamannya ini.

Setelah memeluk Islam, kini keseharian Chika banyak dihabiskan di masjid, baik untuk mendalami kitab suci Alquran maupun berdiskusi mengenai ajaran Islam lebih jauh. Beberapa kali ia didapati tengah mengikuti kajian Islam yang biasa diselenggarakan di sebuah masjid di pusat Kota Manhattan.

Kini, Chika menutup auratnya dengan busana Muslimah. Berbeda dengan saat masih menjadi atlit tinju, mualaf yang berasal dari negeri Matahari Terbit itu tak lagi tampak kekar. Kini, Chika tampak anggun. Ia telah memilih Islam sebagai jalan hidup. Hidayah Allah memang bisa diperoleh oleh siapa saja yang dikehendaki-Nya.

SEE HER VIDEO AT: http://www.dailymotion.com/video/xgxr1e_chika-nakamura-embraces-islam-pt1-2_lifestyle

PENUTUP


Dalam surat An Nahl : 93 ditegaskan oleh Allah SWT :

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki- Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.”

Orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan hidayah adalah mereka yang membuka hatinya kepada hidayah, yang membuka akalnya kepada kebenaran, yang mencari dan menerima manhaj Allah dengan ikhlas dan jujur, dan tunduk kepada agama-Nya dengan penuh ketaatan dan penyerahan. Mereka inilah yang akan ditolong oleh Allah untuk mendapatkan hidayah, diantarkan kepadanya, didorong melakukan dan ditambah keimanan dan petunjuk mereka di dalam kehidupan ini. Tentang mereka ini Allah berfirman :

Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS Muhammad :17)

Sumber : Klik Disini

Link: http://kumpulankisahmuallaf.blogspot.comsource : kumpulankisahmuallaf.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com