Showing posts with label Dunia Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Dunia Pariwisata. Show all posts

Saturday, November 14, 2009

Wisatawan Berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup perjalanan wisatawan

Menurut G.A.Schmoll dalam Yoeti (1996), Wisatawan adalah individu atau kelompok individu yang mempertimbangkan dan merencanakan daya beli yang dimilikinya untuk perjalanan rekreasi dan berlibur, ketertarikan dan memiliki motivasi tertentu atas perjalanan, pengalaman perjalanan, keinginan untuk menambah wawasan, tertarik oleh pelayanan yang diberikan suatu daerah tujuan wisata yang dapat menarik pengunjung di masa yang akan datang. Berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup perjalanan wisatawan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Wisatawan asing (Foreign Tourist).
Wisatawan asing adalah orang asing yang melakukan perjalanan wisata, yang datang memasuki negara lain yang bukan merupakan negara asalnya.
2. Wisatawan asing domestik (Foreign Domestic Tourist).
Wisatawan asing domestik adalah wisatawan asing yang berdiam di suatu negara yang melakukan perjalanan perjalanan wisata di wilayah negara dimana ia berdiam.
3. Wisatawan domestik (Domestic Tourist).
Wisatawan domestik adalah wisatawan dalam negeri, yaitu warga suatu negara yang melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri.
4. Wisatawan domestik asing (Indigenous Tourist).
Wisatawan domestik asing adalah warga suatu negara tertentu, yang karena tugasnya di luar negeri, pulang ke negara asalnya dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negara asalnya.
5. Wisatawan transit (Transit Tourist).
Wisatawan transit wisatawan dalam perjalanan wisata ke suatu negara tertentu yang terpaksa singgah di suatu negara bukan atas kemampuannya sendiri.
6. Wisatawan bisnis (Business Tourist).
Wisatawan bisnis adalah orang (baik orang asing maupun warga negara sendiri) yang melakukan perjalanan bukan dengan tujuan sebagai wisata, tetapi perjalanan wisata akan dilakukan setelah tujuan utama selesai.

Pariwisata Menurut Letak Geografisnya

Menurut Yoeti (1996), Berdasarkan letak geografisnya pariwisata dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Kepariwisataan lokal.
Kepariwisataan lokal adalah pariwisata setempat, yang memiliki ruang lingkup relatif sempit dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja. Misalnya kepariwisataan kota Bandung.
2. Kepariwisataan regional.
Kepariwisataan regional adalah kegiatan kepariwisataan yang berkembang di suatu tempat atau daerah yang ruang lingkupnya lebih luas dibandingkan dengan kepariwisataan lokal. Misalnya kepariwisataan Jawa Barat.
3. Kepariwisataan nasional.
Kepariwisataan nasional adalah kegiatan kepariwisataan yang berkembang dala wilayah suatu negara, selain kegiatan forum domestik juga dikembangkan forum asing dimana selain adanya lalu lintas wisatawan dalam negeri juga terdapat lalu lintas wisatawan luar negeri. Misalnya kepariwisataan Indonesia.
4. Kepariwisataan regional-internasional.
Kepariwisataan regional-internasional adalah kegiatan yang berkembang di suatu wilayah internasional yang terbatas. Misalnya kepariwisataan ASEAN.
5. Kepariwisataan internasional.
Kepariwisataan internasional adalah kegiatan kepariwisataan yang berkembang di seluruh negara di dunia, termasuk di dalamnya, selain kepariwisataan regional-internasional juga kepariwisataan nasional.