Tuesday, October 5, 2010

Abu Nawas Lolos Dari Hukuman Pancung

Karena dianggap hampir membunuh Baginda Raja, maka Abu Nawas mendapat celaka.
Dengan kekuasaan yang Absolute, Baginda memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk langsung menagkap dan menyeret Abu Nawas untuk dijebloskan ke dalam penjara.

Berikut ini Ceritabos yang lolos dari hukuman pancung:
Waktu itu Abu Nawas sedang bekerja di ladang karena musim kentang akan tiba.
Namun tanpa alasan yang jelas prajurit kerajaan langsung menyeret Abu Nawas sesuai dengan titah Paduka Raja.
Abu Nawas tiada mampu berkutik dan kini ia mendekam di dalam penjara.

Beberapa hari lagi kentang-kentang itu harus ditanam, sedangkan istrinya tidak cukup kuat untuk mencangkul.
Tidak ada yang bisa dilakukan di dalam penjara kecuali mencari jalan keluar.
Sudah 2 hari ia meringkuk di dalam penjara, wajahnya terlihat murung.

Karena khawatir dengan keadaan istrinya, maka pada hari ke 3 Abu Nawas memanggil seorang pengawal.
"Bisakah aku minta tolong kepadamu?" kata Abu Nawas.
"Apa itu?" kata pengawal.
Abu nawas pun meminta pensil dan selembar kertas untuk menulis surat kepada istrinya.

"Aku harus menyampaikan sebuah rahasia penting, yang hanya boleh diketahui oleh istriku saja," katanya.
Pengawal itu berfikir sejenak, lalu pergi meninggalkan Abu Nawas.
Ternyata pengawal itu menghadap Raja untuk melapor.
Mendengar laporan dari pengawal, Baginda Raja berguman,
"Mungkin kali ini aku bisa mengalahkan Abu Nawas," gumannya.




Surat Rahasia Abu Nawas
Abu Nawas menulis surat yang berbunyi,
"Wahai istriku, jangan engkau sekali-kali menggali ladang kita, karena aku menyembunyikan harta karun dan senjata di situ.Dan tolonglah jangan bercerita kepada siapa pun."

Tentu saja surat itu dibaca oleh Baginda Raja, karena Beliau ingin tahu apa sebenarnya rahasia Abu Nawas.
Setelah membaca surat itu, Baginda Raja merasa puas dan memerintahkan beberapa pekerja istana untuk menggali ladang Abu Nawas.

Istri Abu Nawas yang berada di rumah menjadi heran.
Lima hari kemudian Abu Nawas menerima surat dari istrinya.
Dalam surat tersebut istrinya mengatakan bahwa ladang mereka telah digali oleh pekerja istana dan istrinya bingung harus melakukan apa.

Rupanya istri Abu Nawas belum mengerti muslihat suaminya,
"Sekarang engkau bisa menanam kentang di ladang tanpa harus menggali, wahai istriku."

Kali ini Baginda tidak bersedia membaca surat Abu Nawas lagi karena Baginda Raja makin mengakui keluarbiasaan akal Abu Nawas.
Baginda semakin merasa tertantang untuk mengalahkan Abu Nawas.
Ia pun berfikir sejenak, kemudian beliau segera memerintahkan penjaga penjara untuk membebaskan ABu Nawas.
Baginda Raja tidak ingin ada resiko yang lebih buruk.

Abu Nawas memang girang bukan kepalang, tetapi ia juga merasa gundah gulana karena Abu Nawas yakin bahwa saat ini Baginda telah merencanakan sesuatu dan Abu Nawas pun segera mencari akal untuk mengantisipasi rencana Baginda.

Ahli Ramal
Pada hari itu juga Abu Nawas mengumumkan dirinya sebagai ahli nujum atau tukang ramal nasib.
Sejak membuka praktik meramal, Abu Nawas sering mendapat panggilan dari orang-orang terkenal.

Mendengar Abu Nawas mendadak menjadi ahli ramal, maka Baginda tanpa pikir panjang memerintahkan prajurit untuk menangkapnya, karena dianggap membahayakan.

Abu Nawas lalu digiring menuju tempat kematian.
Tukang penggal kepala pun sudah menunggu dengan pedang yang baru di asah.
Ketika algojo sudah siap megayunkan pedang, tiba-tiba Abu Nawas tertawa sehingga membuat Baginda menangguhkan pemancungan.

"Hai ABu Nawas, apakah engkau tidak merasa ngeri menghadapi pedang algojo?" tanya Raja.
"Ngeri Tuanku yang mulia, tetapi hamba juga merasa gembira," jawab Abu Nawas.
"Mengapa engkau meras gembira?" tanya Baginda kaget.
"Betul Baginda yang mulia, karena tepat 3 hari setelah kematian hamba maka Baginda akan mangkat menyusul hamba ke liang lahat.Karena hamba tidak bersalah sedikitpun," jawab Abu Nawas.

Baginda Raja bergetar mendengar kata Abu Nawas dan tentu saja hukuman pancung dibatalkan.
Itulah si Ceritabos yang setiap ucapannya mengandung hikamh do'a hingga Sang Raja ngeri juga mendengar penuturannya.source : kisahpetualanganabunawas.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Kisah Ahli Kubur Dipukul Palu

Karena tidak mampu mencatat amal buruknya di hadapan malaikat kubur, seorang ahli kubur dipukul palu besar oleh malaikat.
Orang tersebut menyesal karena di dunia dihabiskan untuk bermaksiat.


Diriwayatkan dari Abdillah bin Salam bahwa sebelum malaikat Munkar dan Nakir masuk ke dalam kubur dan menemui ahli kubur, ada malaikat yang mendatanginya dengan wajah yang bercahaya bagaikan matahari, malaikat tersebut bernama Ruman.
Dia masuk dan menemui jenazah dan mendudukkannya.

"Tulislah amalmu dari yang terbaik sampai yang terjelek," kata malaikat RUman.
"Wahai malaikat, dengan apa aku menulis, mana pena, tinta dan tempatnya?" tanya si mayit.
"Tintanya adalah lidahmu dan penanya adalah jarimu," jawab malaikat.
"Lalu dimana aku harus menulis sedangkan aku tidak mempunyai selembar kertas pun," tanya si mayit itu lagi.

Pencatatan Amal
Lalu malaikat Ruman itu memotong kain kafan si mayit itu dan memberikannya kepada si mayit.
"Inilah lembarannya, dan tulislah sekarang," jawab Malaikat Ruman.

Maka si mayit pun menulis apa yang pernah diperbuatnya ketika hidup di dunia.
Berbagai ibadah yang baik-baik ditulis dengan detail oleh si mayit itu.
Namun ketika giliran mencatat perbuatan yang jelek, si mayit itu berhenti.

"Hai mayit, mengapa engkau berhenti menulis kelakuan jelekmu," kata malaikat Ruman.
"Aku malu terhadap sifat jelekku," jawab si mayit.
"Hai orang yang lalai (durhaka), kenapa engkau tidak malu pada penciptamu ketika engkau melakukannya di dunia dan sekarang engkau merasa malu kepadaku?" bentak Malaikat Ruman.

Si mayit tak mampu menjawab pertanyaan itu sehingga malaikat Ruman memukul tubuhnya dengan Gada (sejenis palu besar).
Si mayit pun mengerang kesakitan di dalam kubur.
Berulang kali gada itu mendarat di tubuh si mayit, namun si mayit masih tak sanggup menulis perbuatan jeleknya di dunia.

"Angkatlah gada itu dariku wahai malaikat, sehingga aku bisa menulisnya," kata si mayit meringis kesakitan.
Lalu dengan sambil menahan sakit, si mayit menulis perbuatan maksiatnya selama di dunia.
Ketika laporannya itu selesai, Malaikat Ruman menyuruhnya duduk untuk melipat kafan itu dan membubuhkan cap.

"Wahai malaikat, dengan apa aku memberi cap, sedangkan aku tidak mempunyai cap," kata si mayit kian menderita.
"Berilah cap dengan kukumu," jawab Malaikat Ruman.

Malu Kepada Allah SWT
Maka si mayit pun memberi cap dengan kukunya.
Malaikat Ruman menerima laporan itu lalu mengalungkannya ke leher si mayit sampai hari kiamat tiba.

Sebagaimana firman ALLAH SWT,
"Dan pada setiap manusia telah Kami tetapkan anak perbuatannya (sebagaiman tetapnya kalung) pada lehernya.Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang akan dijumpainya dalam keadaan terbuka."
(QS.Al-Israa:13).

Setelah itu masuklah malaikat Munkar dan Nakir.
Apabila si mayit tersebut ahli maksiat, dia akan melihat bukunya pada hari kiamat dan diperintahkan untuk membacanya.
Dia membaca kebaikannya dan ketika sampai pada kejelekannya dia diam.
Orang tersebut malu membaca perbuatan maksiatnya di hadapan Allah SWT.

"Saya malu kepada Engkau Ya Allah," kata orang ahli maksiat itu.
Lalu Allah SWT menyindir orang tersebut kenapa orang itu tidak malu kepada-Nya ketika di dunia.
Maka menyesallah hamba itu tapi penyesalan tiada berguna.
Na'uzubillah Min Zaliik.source : kisahpetualanganabunawas.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Monday, October 4, 2010

Tampilan Keren Ala Mozilla Firefox

Malem-malem, and bingung mau ngapain,,,??
langsung aza dech pergi ke kampus tercinta untuk manfaatin fasilitas free hotspot, maklum mau ke warnet lagi kanker... hehehe.,.,
Eh lagi asyik2nya browsing, terpikir, "bosen juga ya ngeliat tampilan Firefox yang gitu2 aza..??", langsung aza dech meluncur ke mbah google.,.,
cari2 tema apa yang bagus and gax ngebosenin,.,.
Akhirnya ketemu juga dech ama Ne tema...
Maklum gw suka ama warna biru, and setelah gw instal, ternyata, Wooowwww,.,.,, keren juga nich tampilan Mozilla .,.,,
Jadi makin cinta dech ama Mozilla Firefox, hehehe...
So, buat sobat yang pengen ngerubah tampilan Mozilla Firefoxnya, langsung aza klick link ini r3adok,
Gw yakin dech sobat juga makin cinta ama Mozilla Firefox, hehe....

Sunday, October 3, 2010

Penjelasan Al-Junaid mengenai perkataan fana’ Abu Yazid

Syeikh abu Nashr as-Sarraj – rahimahullah- berkata: juga dikisahkan dari Abu Yazid Al-Bisthami yang pernah mengatakan, “Aku mendekati medan al-laisaiyyah (ketiadaan), dan aku terus terbang selama sepuluh tahun, sehingga aku menjadi bagian dari ketidaan dalam ketiadaan dan dengan ketiadaan. Kemudian aku mendekati pada penghilangan, yang tak lain adalah medan tauhid. Aku terus terbang dengan ketidaan dalam penghilangan (tadhyi’), Sehingga aku akhirnya benar-benar lenyap dalam penghilangan. Kemudian aku hilang dalam penghilangan yang benar-benar hilang. Kemudian aku mendekati tauhid dari kegaiban makhluk yang Mahatahu dari makhluk.”
Al-Junaid –rahimahullah- berkata: semua ucapan ini dan yang sejenis masuk dalam ilmu kesaksian atas yang ghaib yang jauh bisa menemukan as-syahid. Didalamnya mengandung makna-makna fana’ dengan ghaibnya fana’ dari yang fana’.

Makna ucapan Abu Yazid, “Aku mendekati medan al-Laisaiyyah (ketiadaan), dan aku terus terbang selama sepuluh tahun, sehingga aku menjadi bagian dari ketiadaan dalam ketiadaan dan dengan ketiadaan.” Ini adalah awal kali singgahnya seorang hamba dalam hakikat fana’ dan hilang dari segala apa yang bisa dilihat dan yang tak bisa dilihat. Dan awal terjadinya fana’ adalah lenyapnya semua jejak.

Sedangkan ucapan Abu Yazid, “Ketiadaan dalam ketiadaan dan dengan ketiadaan.” Adalah hilangnya semua itu dari dirinya dan hilangnya hal itu dari hilangnya. Sedangkan makna ketiadaan dengan ketiadaan, adalah bahwa tak ada sesuatu yang bisa dirasakan dan ditemukan. Semuanya terhapus pada bentuk nama-namanya telah hilang, hilang dari apa yang bisa dihadirkan, segala sesuatu telah tertelan dalam musyahadah, maka tak ada sesuatu yang bisa ditemukan. Dan tak pula dirasakan adanya sesuatu yang hilang. Tidak ada nama yang dikenali, semuanya memang benar-benar lenyap darinya. Inilah yang disebut oleh fana’ oleh kaum Sufi. Kemudian yang fana’ itu sendiri hilang dalam ke fana’an. Hingga lenyap dalam ke fana’an. Dan ini yang disebut sebagai penghilangan yang ada dalam ketidaan dengan-Nya dalam ketiadaan.

Inilah hakikat hilangnya segala sesuatu, dan hilangnya jiwa setelah itu. Dan hilangnya kehilangan dalam kehilangan. Dan ratanya segala sesuatu dalam keterhapusan. Begitu juga hilangnya sesuatu dalam kehilangan. Ini semua tidak memiliki jangka waktu tertentu dan tidak pula waktu tertentu.

Al-junaid berkata: ucapan Abu yazid yang menyebutkan tentang waktu sepuluh tahun, dimana itu adalah waktunya, tapi itu tidak memiliki makna apa-apa. Sebab waktu dalam kondisi spiritual seperti ini sudah tak ada lagi. Dan bila waktu itu berlalu dan tak lagi memiliki makna apapun dari orang yang tidak lagi dikendalikan oleh waktu, maka ukuran sepuluh tahun, seratus tahun atau lebih adalah sama.

Al-junaid –rahimahullah- berkata: Sebagaimana yang kami terima, bahwa Abu Yazid pernah mengatakan, “Aku mendekati tauhid dalam ghaibnya makhluk dari Sang Mahatahu gan ghaibnya Sang Mahatahu dari makhluk.” Maka Al-Junaid menafsirkan ucapan Abu Yazid tersebut, bahwa kala aku mendekat dalam tauhid maka jelaslah padaku keghaiban makhluk dari Allah dan jelaslah bagiku kemahatunggalan Allah, dengan segala keagungan-Nya dari makhluk-Nya.

Kemudian Al-Junaid mengatakan, “semua kalimat dan ungkapan yang dikatan Abu Yazid ini sudah diketahui makna dan maksudnya.”

Sumber: Kitab Al-Luma' Karya Abu Nashr as-Sarraj, Hal. 765-766source : sufi-story.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Saturday, October 2, 2010

Jenazah Diantar Malaikat Jibril

Ketika Sa'ad bin Mu'ad meninggal dunia, jenazahnya diantar oleh beberapa malaikat, diantaranya malaikat Jibril.
Setelah dimakamkan, Rasulullah SAW justru menyebut jika Sa'ad mendapatkan azab kubur.





Berikut Kisahnya:
Pada suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah SAW yakni Sa'ad bin Mu'ad meninggal dunia.
Nabi Muhammand SAW yang datang bertakziah menyuruh para sahabatnya memandikan jenazah Sa'ad.
Sedangkan Beliau sendiri hanya berdiri di dekat pintu.

Ketika Jenazah itu di kafani, kemudian dibawa dan diletakkan di tempat pembaringan, Rasulullah SAW ikut mengantarkan tanpa memakai sorban dan selendang.
Awalnya Beliau mengambil posisi di sebelah kanan jenazah, lalu Beliau pindah ke sebelah kiri sampai jenazah itu diantarkan ke kuburan.

Setelah sampai di kuburan, Rasulullah SAW turun ke liang lahatnya dan meletakkan batu bata dengan rata di atasnya.
"Duhai bebatuan, engkau temani aku.Duhai tanah yang basah, engkau temani aku, dan kau tutupi dia diantara bebatuan," Ujar Rasulullah SAW.

TANPA SURBAN
Setelah jenazah Sa'ad ditimbun dengan tanah hingga rata, Rasulullah SAW bersabda,
"Aku tidak tahu, apakah Sa'ad disiksa di kubur itu, tetapi Allah mencintai hamba yang beramal sesuai dengan yang ditetapkan oleh-Nya."

Nampaknya pernyataan Nabi Muhammad SAW itu di dengar oleh seorang perempuan tua.
Dan wanita itu adalah ibu Sa'ad.
Tanpa banyak bicara, ibu Sa'ad langsung bersimpuh di pusara anaknya.
Ia terlihat sedih akan kematian anaknya itu.
"Wahai Sa'ad, istirahatlah kamu di surga," ujarnya.

"Wahai ibu Sa'ad, janganlah kamu memaksa Tuhanmu, karena Sa'ad sekarang ini sedang ditimpa azab kubur," ujar Rasulullah SAW kepada ibu Sa'ad.
"Mengapa Wahai Rasulullah?" tanya ibu Sa'ad.
"Sesungguhnya Allah SWT kuasa atas semuanya," jawab Nabi SAW singkat.

Kemudian Rasulullah SAW dan semua sahabat pulang dari kuburan.
Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, kami melihat engkau bersikap terhadap Sa'ad tidak seperti kepada yang lain, engkau mengantarkan jenazahnya Sa'ad tanpa sorban dan selendang."

"Ketahuilah, bahwa aku melakukan itu karena malaikat datang tanpa sorban dan selendang, maka aku mengikutinta," kata Rasulullah SAW.
"Engkau mengambil posisi di sebelah kanan tempat pembaringan, kemudian pindah ke sebelah kiri.
Mengapa ya Rasulullah?" tanya sahabat yang lain.

SIKSA KUBUR
"Tanganku mengikuti Jibril mengambil apa yang dia ambil," jawab Rasulullah SAW.
Setelah itu salah seorang sahabt yang satunya mengajukan pertanyaan lain.
"Engkau perintahkan kami memandikannya, dan engkau menyalatinya serta mengantarkan ke kuburnya, mengapa demikian?" tanyanya.

Mendapat pertanyaan itu, Rasulullah SAW bersabda,
"Sa'ad telah ditimpa azab kubur."
Nabi Muhammad SAW menegaskan,
"Sa'ad mendapat siksa kubur karena ketika hidup, Sa'ad berakhlak buruk (kasar) terhadap keluarganya."

Sejak pernyataan Rasulullah SAW tersebut, para sahabta lebih berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain, terutama terhadap keluarganya masing-masing.
Mereka tidak ingin mendapat siksa kubur seperti yang diterima Sa'ad.source : kisahpetualanganabunawas.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

10 Kesepakatan Lengkap di Tarakan Akibat Konflik


- Polri merilis isi kesepakatan yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak yang terlibat pertikaian di kota Tarakan.


1. Forum Komunikasi Rumpun Tidung (FKRT) Kota Tarakan sebagai pihak ke satu
2. Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan sebagai pihak ke dua



Sehubungan dengan peristiwa kelabu tanggal 27-29 September 2010 yang merupakan tragedi yang menimpa masyarakat kota Tarakan Kaltim yang tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak yang selama ini hidup damai dalam bingkai NKRI yang berdasarkan PANCASILA dan UUD 45 maka masing-masing pihak yang tersebut di atas menyatakan hal hal sebagai berikut.



Dengan disaksikan oleh Bapak Gubernur Kaltim, Bapak Ketua DPRD Kaltim, Bapak Pangdam VI Mulawarman, Bapak asisten operasi Kapolri, Bapak Wakapolda Kaltim, Bapak Kasdam VI Mulawarman, Walikota Tarakan, Bupati Bulungan, Bupati Tana Tidung, Bapak Wakil Bupati Malinau pada Rabu, 29 September 2010 menyepakati dan melaksanakan hal hal sebagai berikut:

.
1. Mengakhiri segala bentuk pertikaian dan membangun kerjasama yang harmonis demi kelanjutan pembangunan kota Tarakan khususnya dan Kaltim umumnya


2. Memahami bahwa apa yang telah terjadi adalah murni persoalan tindak pidana dan merupakan persoalan individu bukan persoalan kelompok / suku / agama


3. Menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada aparat yang berwajib sesuai ketentuan hukum yang berlaku


4. Bersepakat melaksanakan pembubaran konsentrasi massa yang berada di semua tempat sekaligus melarang atau mencegah membawa/menggunakan senjata tajam/senjata lainnya di tempat tempat umum sesuai perundangan yang berlaku.


5. Menghormati tradisi dan adat istiadat yang berlaku sebagai upaya meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan sebagai warga kota Tarakan sesuai dengan kata pepatah DI MANA BUMI DIPIJAK DI SITU LANGIT DIJUNJUNG.


6. Masyarakat yang berasal dari luar kota Tarakan dari kedua belah pihak yang berniat membantu penyeleseian perselisihan agar segera kembali ke daerah masing-masing selambat-lambatnya 1x24 jam


7. Semua pengungsi di semua lokasi akan dipulangkan ke rumah masing-masing difasilitasi oleh pemerintah kota Tarakan dan Aparat


8. Diharapkan pemerintah kota Tarakan dan pemerintah provinsi Kaltim membantu kerugian kerugian mateiil dan immateriil yang dialami semua korban dari kedua belah pihak


9. Apabila setelah pernyataan kesepakatan damai dari kedua belah pihak dilanggar, maka aparat yang berwenang akan mengambil tindakan tegas sesuai perundang-undangan yang berlaku.


10. Mensosialisasikan hasil pernyataan kesepakatan damai ini kepada seluruh masyarakat kota Tarakan terutama warga kedua belah pihak


Kesepakatan ini berlaku sejak ditandatangani oleh semua pihak pada hari Rabu tanggal 29 September 2010 pukul 18.30 WITA.


TARAKAN, 29 September 2010


Pihak Pertama Pihak Kedua


Forum Komunikasi Rumpun Tidung (SABIRIN SANYONG, MSi)

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan (Ir. YANCONG)


DISAKSIKAN OLEH:


1. H. AWANG FAROEK ISHAK (GUBERNUR KALTIM) .....TTD

2. LUTHER KOMBONG (DPD RI) .....TTD

3. H.M. MUKMIN FAISYAL, HP (KETUA DPRD KALTIM).....TTD

4. MAYJEN TNI TAN ASPAN (PANGDAM VIMLW) .....TTD

5. IRJENPOL SOENARKO (AS OP KAPOLRI) .....TTD

Sumber >TRIBUNNEWS,COM


APA SIH ARTINYA KEDUTAN…!!!

Seringkali mata-ku kedutan, dan aku pun bertanya-tanya ke semua orang, baik itu temanku, atau pun orang yang lewat.. hehehehe

Berhari-hari aku browsing nyari ke sana sini untuk menghilangkan rasa penasaran ini yang sering terjadi, akhirnya ketemu juga deh…… ^_^

Yang sering terjadi kelopak mata sebelah kanan atas kedutan...katanye sehh ada 2 versi, yang pertama mengatakan...alamat akan mengalami sesuatu yang menyedihkan sampai berurai air mata..uhuk...uhuk..uhuk..uhuk...tapi versi yang kedua....alamat akan mendapatkan keuntungan....
moga aja yang kedua yee...dapat untung besar..pasalnya dua minggu terakhir ni gue lagi nekuni bisnis ngumpul duit....ahh palingan nabung tuhh...

Masih penasaran dengan arti kedutan-kedutan yang lain…..????



1. Kedutan pada ubun-ubun kepala: Akan mendapat kebahagiaan.
2. Kedutan pada bagian kepala sebelah kanan: Akan sakit.
3. Kedutan pada bagian kepala sebelah kiri: Akan mendapatkan kemuliaan.
4. Kedutan pada seluruh bagian kepala: Akan melihat yang aneh-aneh;ajal sudahdekat.
5. Kedutan pada dahi: Akan mendapatkan harta atau ilmu pengetahuan.
6. Kedutan pd tengkuk: Akan dicintai orang kaya.
7. Kedutan pd alis mata kanan: Akan berbahagia tetapi terlebih dulu mengalami kesusahan.
8. Kedutan pada alis mata kiri: Akan bertemu dengan keluarga.
9. Kedutan pada kelopak mata kanan atas: Akan mendapat keuntungan.
10. Kedutan pada kelopak mata kiri atas: Akan bertemu kekasih.
11. Kedutan pada kelopak mata kanan bawah: Akan bersedih.
12. Kedutan pada kelopak mata kiri bawah: Akan ketemu seseorang.
13. Kedutan pada ekor mata kanan atas: Akan sembuh dari sakit.
14. Kedutan pada ekor mata kiri atas: Akan bertemu keluarga jauh.
15. Kedutan pada ekor mata kanan bawah: Akan bertemu orang jauh.
16. Kedutan pada ekor mata kiri bawah: Akan sakit.
17. Kedutan pada biji mata kanan: Akan bersedih hati.
18. Kedutan pada biji mata kiri: Akan bersenang hati.
19. Kedutan pada sekujur hidung: Akan mencium kekasih.
20. Kedutan pada hidung sebelah kanan: Akan sembuh dari sakit.
21. Kedutan pada hidung sebelah kiri: Akan tercapai cita-citanya.
22. Kedutan pada pelipis sebelah kanan: Akan mendapat kesukaran, kematian, dsb.
23. Kedutan pada pelipis sebelah kiri: Akan mendapat ketenangan hati.
24. Kedutan pada telinga kanan: Akan mendengar kabar yang menyenangkan hati.
25. Kedutan pada telinga kiri: Akan kedatangan keluarga jauh.
26. Kedutan pada pipi kanan: Akan panjang umur.
27. Kedutan pada pipi kiri: Akan sembuh dari sakit.
28. Kedutan pada bibir kanan atas: Akan bertengkar.
29. Kedutan pada bibir kiri atas: Akan menjawab perkara yang baik.
30. Kedutan pada seluruh bibir: Akan mencium kekasih.
31. Kedutan pada lidah: Akan makan enak.
32. Kedutan pada anak lidah: Akan mendapat huru-hara.
33. Kedutan pada kerongkongan sebelah kanan: Akan mendapatkan kesenangan.
34. Kedutan pada kerongkongan sebelah kiri: Akan mendapatkan harta.
35. Kedutan pada leher: Akan mendapat kebaikan.
36. Kedutan pada dagu sebelah kanan: Akan berkawan dengan orang kaya.
37. Kedutan pada dagu sebelah kiri: Akan bertambah ilmu pengetahuannya.
38. Kedutan pada bahu sebelah kanan: Akan mendapat harta.
39. Kedutan pada bahu sebelah kiri: Akan memdapat hadiah.
40. Kedutan pada belikat sebelah kanan: Akan mendapat pakaian baru.
41. Kedutan pada belikat sebelah kiri: Akan mendapat harta.
42. Kedutan pada hasta kanan: Akan mendapat ketenangan.
43. Kedutan pada hasta kiri: Akan mendapat harta.
44. Kedutan pada lengan kanan: Akan mendapat kebaikan.
45. Kedutan pada lengan kiri: Akan mendapat kawan baik.
46. Kedutan pada sikut kanan: Akan berkelahi.
47. Kedutan pada sikut kiri: Akan mendapat sakit.
48. Kedutan pada telapak tangan kanan: Akan mengeluarkan uang.
49. Kedutan pada telapak tangan kiri: Akan menerima uang.
50. Kedutan pada semua jari tangan kanan: Akan menerima uang.
51. Kedutan pada semua jari tangan kiri: Akan disenangi orang.
52. Kedutan pada ibu jari tangan kanan: Akan dihormati orang; menerima uang.
53. Kedutan pada ibu jari tangan kiri: Akan menjadi kepala pengurus.
54. Kedutan pada telunjuk tangan kanan: Akan bertemu keluarga.
55. Kedutan pada telunjuk tangan kiri: Rahasia akan diketahui orang.
56. Kedutan pada kelingking tangan kanan: Akan mendapat pujian.
57. Kedutan pada kelingking tangan kiri: Akan mendapat kabar baik.
58. Kedutan pada jari manis tangan kanan: Akan menerima uang.
59. Kedutan pada jari manis tangan kiri: Akan mendapat wanita cantik.
60. Kedutan pada susu kanan: Akan berpeluk-pelukan dengan sahabat/ keluarga.
61. Kedutan pada susu kiri: Akan berpelukan dengan lawan jenis.
62. Kedutan pada lambung kanan: Akan bercinta-cintaan.
63. Kedutan pada lambung kiri: akan menanggung rindu.
64. Kedutan pada punggung kanan: Akan bertemu dengan orang berilmu.
65. Kedutan pada punggung kiri: Akan di muliakan orang.
66. Kedutan pada dada sebelah kanan: Akan berpelukan dengan lawan jenis.
67. Kedutan pada dada sebelah kiri: Akan mendapat kesenangan hati.
68. Kedutan pada perut sebelah kanan: Akan menerima uang banyak.
69. Kedutan pada perut sebelah kiri: Akan kedatangan seorang pembesar.
70. Kedutan pada pinggang sebelah kanan: Akan mendapat kebaikan.
71. Kedutan pada pinggang sebelah kiri: Akan mendapat anak.
72. Kedutan pada dubur: Akan mendapat untung.
73. Kedutan pada pusar: Akan mendapat uang banyak.
74. Kedutan pada tumit kanan: Akan bepergian.
75. Kedutan pada tumit kiri: Akan mendapat cinta.
76. Kedutan pada pangkal paha kanan: Akan ada orang yang menaruh cinta.
77. Kedutan pada pangkal paha kiri: Akan bersetubuh.
78. Kedutan pada kedua pangkal paha: Istri/ suami akan senang.
79. Kedutan pada paha kanan: Akan bertemu keluarga.
80. Kedutan pada paha kiri: Akan mendapat kebaikan; menerima uang.
81. Kedutan pada lutut kanan: Akan menerima uang.
82. Kedutan pada lutut kiri: Akan menang berkelahi.
83. Kedutan pada betis kanan: Akan pergi jauh.
84. Kedutan pada betis kiri: akan senang hati.
85. Kedutan pada pergelangan kaki kanan: Akan dihasut oleh orang.
86. Kedutan pada pergelangan kaki kiri: Akan mendapat kemuliaan.
87. Kedutan pada mata kaki kanan: Akan bertemu dengan orang jauh.
88. Kedutan pada mata kaki kiri: Akan mendapat kabar baik.
89. Kedutan pada jempol kaki kanan: Akan ada kematian keluarga.
90. Kedutan pada jempol kaki kiri: Akan bertemu dengan sahabat.

Believe it or not???? Up to you...you have 100% right not to trust it....but as a good friend....i tell you not to believe that...it's all folk!!!
everything happens in this world already noted by ALLAH SWT long long time ago before we're born....so you must be positive thinking that all good thing is gonna happen to you..as our prophet Muhammad Shallallahu Alalihi Wassallam says that when we think right...ALLAH Subhanahu Wata'ala is gonna do something right to us......when we think bad.. so He also do that way......


Tapi ingat, semua kita kembalikan lagi kepada Allah swt, yang telah mengatur segala kehidupan manusia.