Showing posts with label Kisah tentang Cinta. Show all posts
Showing posts with label Kisah tentang Cinta. Show all posts

Monday, November 5, 2012

LOVE IS CURE


Selama dua dekade, pada abad ini, beberapa bayi (dalam jumlah yang besar) di bawah umur 1 tahun harus menghabiskan waktu mereka berada di rumah sakit dan beberapa institusi anak-anak dan beberapa dari mereka meninggal dengan alasan yang tidak jelas. Di beberapa institusi, adalah hal yang biasa kasus-kasus bayi dengan kondisi yang sangat serius dalam catatan administrasi mereka dituliskan kata “tidak ada harapan”.

Di antara beberapa dokter yang sehari-harinya sering dihadapkan dengan angka kematian bayi yang tinggi adalah Dr. Fritz Talbot dari sebuah klinik anak-anak di Dusseldorf. Dr. Talbot memiliki kesuksesan yang luar biasa dalam menangani anak-anak yang sakit. Selama bertahun-tahun, dia selalu diikuti oleh kelompok dokter rumah sakit yang ingin mencari cara baru untuk menangani penyakit anak-anak.

Salah satu diantara dokter tersebut adalah Dr. Joseph Brennermann, yang menceritakan kisah ini.

“Seringkali kami mendatangi seorang anak yang telah dinyatakan tak dapat tertolong lagi. Dan dengan beberapa alasan anak ini dinyatakan tak memiliki harapan. Dan ketika hal ini terjadi, Dr. Talbot akan mengambil tabel catatan kesehatan anak itu dan menuliskan beberapa resep obat yang tak dapat ditemukan. Dan dalam kebanyakan kasus, formula ajaib tersebut berkhasiat dan si anak berangsur membaik. Kecurigaanku timbul dan aku berpikir apakah mungkin dokter yang terkenal ini telah mengembangkan jenis obat baru yang mujarab?”

“Suatu hari, aku kembali ke bangsal anak-anak itu dan mencoba untuk menterjemahkan catatan resep Dr. Talbot. Tapi aku tak beruntung, dan lalu aku mendatangi kepala perawat dan menanyai apa resep obat yang diberikan Dr. Talbot tersebut.”

“’Anna.’ jawabnya. Lalu ia kemudian menunjuk seorang nenek perempuan yang sedang duduk di sebuah ayunan yang besar dengan seorang bayi di pangkuannya. Perawat tersebut kemudian melanjutkan: ‘Kapanpun disaat kami mendapatkan seorang bayi yang padanya telah kami lakukan segala cara untuk menyembuhkannya namun gagal, kami membawa bayi tersebut kepada Anna. Dia lebih berhasil dibandingkan semua dokter dan perawat di institusi ini.’”

Renungan:
Obat yang paling mujarab adalah cinta.
Cinta dapat menyembuhkan. Cinta adalah doa, doa dari mereka yang mencintai dan menyayangi kita.
Dan dengan dicintai akan memberi kita kekuatan terbesar.
Cinta itu pelajaran. Cinta adalah hikmah, adalah kebenaran. Mencintai orang lain adalah pelajaran berharga. Mencintai hidup adalah pelajaran terpenting. Kita akan hidup lebih baik.

Inspirational Quote:
‘Love cures people, the ones who receive love and the ones who give it, too.’ - (Karl Menninger)source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Thursday, October 18, 2012

Kisah Anak Berusia 7 Tahun Melakukan Yang Terbaik Untuk Orang Tuanya


Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak. Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah.

Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia". "Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.

"Pelatih", panggilnya.
"Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke.
"Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu."

Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan.

"Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke.
"Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata

"Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu,...... Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.

Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata

"Hari ini,.......hariini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka.......". Luke kembali menangis terisak-isak.

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak..... Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke.

Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............ Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya........

Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya...............

Renungan :

Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik utk membahagiakan ayah & ibu kita. Banyak cara yg bisa kita lakukan utk ayah & ibu, dgn mengisi hari-hari mereka dgn kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi & hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur utk membuat mereka bangga dgn kita. Bukannya melakukan perbuatan2 tak terpuji, yang membuat mereka malu.

Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya.

Bagaimana dengan Anda ?
Berapakah usia Anda saat ini ?
Apakah Anda masih memiliki kesempatan tersebut ?
Atau kesempatan itu sudah hilang untuk selamanya.........?source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Thursday, October 11, 2012

Kisah Tangan yang paling indah



Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali dibagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.

Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya.

Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya ......dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...

With Love to All Mother
Bagi anda yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Kisah Mobil Chevy Pickup berwarna Merah


Ayahku sangat menyayangi mobil-mobilnya. Ayah rutin merawatnya dan memoles catnya sampai mengkilap. Dan ayah tahu setiap bunyi, bau dan keganjilan setiap mobil miliknya.

Ayahku juga sangat pemilih,
untuk menentukan siapa saja yang diijinkan mengendarai mobilnya. Maka saat aku mendapat SIM mobil di usia enam belas tahun, aku sedikit khawatir akan tanggung jawab yang harus kutanggung bila meninggalkan rumah dengan menggunakan salah satu mobil kesayangan ayahku.

Ayah mempunyai sebuah picku up Chevy berwarna merah yang sangat bagus, sebuah Suburban besar berwarna putih, dan sebuah Mustang denganmesin V-8. semua mobil ayah selalu dalam kondisi prima.

Ayah juga mudah marah dan tidak sabar dengan kecebohan, khususnya bila anak-anaknya sendiri yang ceroboh.

Pada suatu sore ayah menyuruhkan ke kota dengan truk chevinya untuk membelikan sederet daftar benda-benda yang ayah butuhkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan aneh di sekeliling rumah.

Aku memiliki SIM sudah sekian lama tapi baru kali ini aku dipercayakan ayahku untuk mengendarai salah satu mobilnya. Dan itu adalah pertama kalinya aku terlihat mengendarai mobil di jalan raya dengan chevy merah yang membuatku kelihatan gagah.

Aku berhati-hati dalam perjalananku menuju ke kota, memperhatikan dengan cermat setiap lampu lalu lintas, mencoba untuk mengendarai seaman mungkin seperti yang selalu diingatkan ayahku. Berada dalam salah satu mobil ayahku cukup untuk membuatku sebagai pengendara yang teraman di kota. Aku bahkan tidak ingin memikirkan hal itu.

Mobilku melaju begitu lampu lalu lintas berubah hijau. Saat aku berada di tengah persimpangan jalan raya, tiba-tiba seorang pria tua yang nampaknya tidak melihat lampu telah menjadi merah, menghantam pintu samping tempatku duduk. Aku menginjak rem, dan mobilku tergelincir di tumpahan minyak, berputar menghantam trotoar dan terbalik.

Aku tidak mampu berpikir jernih pada awalnya, wajahku berdarah karena pecahan kaca, tetapi sabuk pengaman menghindarkan aku dari luka yang serius. Aku samar-samar mengkhawatirkan tentang bahaya kebakaran, tetapi mesin mobil telah mati, dan tak lama aku mendengar suara sirene.

Aku baru saja mulai bertanya-tanya berapa lama lagi aku harus terperangkap di dalam mobil saat beberapa petugas pemadam kebakaran membantuku keluar, dan segera aku duduk di sisi jalan, memegangi kepalaku yang sakit, wajah dan kemejaku penuh dengan darah.
Di saat itulah aku melihat mobil pickup merah ayahku. Mobil itu rusak dan hancur. Aku terkejut bisa keluar dari mobil itu dalam keadaan utuh. Aku tiba-tiba teringat tentang ayahku. Bagaimana aku harus menghadapinya dan menjelaskan kabar yang sangat buruk yang telah menimpa mobil kesayangan dan kebanggaannya.

Kami tinggal di kota kecil, dan beberapa orang yang melihat kecelakaan itu mengenaliku. Seseorang pastilah telah menelepon ayah secepat mungkin karena tidak lama kemudian setelah aku diselamatkan dari remukan mobil, ayahku datang berlari menghampiriku. Aku menutup mata, menunduk dan tidak ingin memandang wajah ayahku.

"Ayah, aku sungguh minta maaf......"
"Terry, apa kau baik-baik saja?" Suara ayah tidak terdengar seperti yang kukira. Waktu aku menengadahkan wajahku, aku melihat ayahku berlutut di sisiku, tangannya yang lembut mengangkat wajahku yang terluka dan mengamati lukaku.
"Apa kau sangat menderita?"
"Aku baik-baik saja. Aku sungguh minta maaf atas mobil ayah."
"Lupakan mobil itu, Terry. Mobil itu hanyalah seonggok mesin. Ayah mencemaskanmu, bukan mobil itu. Bisakah kau berdiri? Bisakah kau berjalan? Ayah akan membawamu ke rumah sakit bila kau rasa tidak membutuhkan ambulans."
Aku menggelengkan kepala.

Ayah dengan hati-hati merangkulku dan menopangku berjalan. Aku memandang ayah dan aku terkesan melihat wajahnya yang penuh dengan belas kasihan dan kecemasan.
"Bisakah kau bertahan?" ia bertanya , suaranya terdengar ketakutan.
"Aku baik-baik saja, Yah. Sungguh. Mengapa kita tidak pulang ke rumah saja? Aku tidak perlu dibawa ke rumah sakit."

Kami akhirnya bersepakat untuk mengunjungi dokter keluarga, yang membersihkan lukaku, membalut lukaku dan memperbolehkanku pulang.

Aku tidak ingat saat mobil itu diderek,apa yang kulakukan sepanjang sisa malam itu, atau berapa lama aku terbaring. Yang kutahu adalah bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku memahami kalau ayah menyayangiku. Aku tidak menyadari hal itu sebelumnya, tetapi ayah menyayangiku lebih dari mobil chevy merah,ya, lebih dari mobil-mobilnya yang lain, lebih dari yang dapat kubayangkan sebelumnya.

Sejak hari itu kami berbagi suka dan duka bersama, walau kadang aku membuatnya kecewa sehingga ayah marah. Tetapi satu hal tetap tak berubah. Ayah menyayangiku sejak dulu, sekarang dan ayah akan tetap menyayangiku seumur hidupku.source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Monday, October 8, 2012

Kisah Si Jelek


Semua orang di kompleks apartemen saya tinggal tahu siapa si Jelek itu. Jelek adalah seekor kucing jantan. Jelek mencintai tiga hal di dunia ini: berjuang, makan sampah, dan cinta.

Ketiga hal-hal ini kemudian dikombinasikan
dengan kehidupan, sangat berpengaruh terhadap Jelek. Kita memulai dengan, dia hanya memiliki satu mata, dan di mana mata yang lainnya hanyalah sebuah lubang menganga. Dia juga kehilangan telinga pada sisi yang sama, kaki kirinya terlihat seperti pernah mengalami luka patah yang parah, dan telah sembuh pada sudut yang tidak alami, sehingga membuatnya terlihat seakan-akan selalu seperti hendak berbelok.

Ekornya telah lama hilang, dan hanya menyisakan potongan terkecil. Si Jelek adalah kucing berbulu dengan garis abu-abu gelap, kecuali luka yang menutupi kepala, leher, dan bahkan bahunya dengan tebal, koreng yang menguning. Setiap kali seseorang melihat si Jelek hanya akan ada satu reaksi yang sama. "Kucing itu sangat JELEK!"

Semua anak-anak diperingatkan untuk tidak menyentuhnya, orang dewasa melempar batu ke arahnya, menyiramnya ketika ia mencoba datang ke rumah-rumah mereka, atau membanting pintu ketika ia tidak beranjak pergi. Jelek selalu memiliki reaksi yang sama. Jika Anda menyiramkan air padanya, ia akan berdiri di sana, basah kuyup sampai Anda menyerah dan berhenti. Jika Anda melemparkan sesuatu padanya, ia akan meringkukkan tubuh di sekitar kaki seakan memohon ampunan.

Setiap kali dia melihat anak-anak, dia akan datang berlari mengeong dengan tergila-gila dan menyundulkan kepalanya ke tangan mereka, mengemis akan cinta mereka. Jika seseorang mengangkatnya ia segera akan mulai mengisap di baju Anda, anting-anting, atau apa pun yang bisa ia temukan.

Suatu hari Jelek membagi kasih sayangnya dengan anak anjing tetangga. Tapi mereka tidak merespon baik, dan Jelek dianiaya dengan sangat parah. Dari apartemen saya, saya bisa mendengar jeritannya, dan saya mencoba untuk bergegas membantunya. Pada saat saya sampai di mana ia terbaring, tampak jelas kehidupan si Jelek yang menyedihkan hampir berakhir.

Jelek tergeletak di genangan air, kaki belakang dan punggung bawah memutar keluar dari bentuk seharusnya, tetes air mata mengalir di bulunya. Saat saya mengangkatnya dan berusaha untuk membawanya pulang, saya bisa mendengarnya mendesah dan terengah-engah, dan bisa merasakan dia tengah berjuang. "Saya pasti telah menyakitinya dengan sangat," pikir saya. Lalu saya merasakan tarikan yang saya kenal, sensasi hisapan di telinga saya.

Jelek, merasakan kesakitan yang teramat sangat, menderita dan sekarat namun ia berusaha mengisap telingaku. Saya menariknya lebih dekat, dan ia menabrak telapak tangan saya dengan kepalanya, lalu ia berbalik dan memandang dengan satu mata emasnya ke arah saya, dan saya bisa mendengar suara dengkurannya dengan jelas. Bahkan dalam rasa sakit terbesar, si kucing jelek dengan bekas luka itu berjuang untuk meminta kasih sayang sedikit saja, mungkin beberapa belas kasihan.

Pada saat itu saya pikir Jelek adalah makhluk yang paling indah yang pernah kulihat. Tak pernah sekali pun dia mencoba untuk menggigit atau mencakar saya, atau bahkan mencoba melarikan diri dari saya, atau meronta-ronta dengan cara apapun. Jelek hanya menatapku dan benar-benar percaya saya dapat menghilangkan rasa sakitnya.

Jelek meninggal dalam pelukanku sebelum saya bisa masuk ke dalam rumah, tapi saya duduk dan menggendongnya untuk waktu yang lama setelah itu, berpikir tentang bagaimana satu bekas luka, sedikit cacat bisa mengubah pendapat saya tentang apa arti dari kemurnian semangat, untuk mencintai dengan penuh dan sungguh-sungguh.

Jelek mengajarkan saya lebih tentang memberi dan kasih sayang daripada ajaran seribu buku, kuliah, atau talk show spesial, dan untuk itu saya akan selalu bersyukur. Dia telah terluka di luar, tapi saya telah terluka di dalam, dan sudah waktunya bagi saya untuk maju dan belajar untuk mencintai sungguh-sungguh dan mendalam.

Sudah waktunya untuk memberi kepada semua orang yang saya sayang. Banyak orang ingin menjadi kaya, lebih sukses, disukai, indah, cantik, tampan, tapi bagi saya, saya akan selalu berusaha menjadi seperti si Jelek. Tak kenal menyerah.source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Saturday, October 6, 2012

Kisah di balik Cermin


Ketika saya masih kecil, kami tinggal di kota New York, hanya satu blok dari rumah Grandpa-Grandma. Setiap malam, Grandpa selalu melakukan “kewajibannya,” dan di setiap musim panas, saya selalu ikut dengannya.

Pada suatu malam, ketika Grandpa (kakek) dan saya sedang jalan kaki bersama, saya menanyakan apa bedanya keadaan sekarang dengan dulu, ketika dia masih kecil di tahun 1964. Grandpa bercerita tentang jamban-jamban di luar rumah, bukan toilet mengkilap, kuda-kuda, bukan mobil, surat-surat, bukan telepon, dan lilin-lilin, bukan lampu-lampu listrik.

Sementara dia menceritakan semua hal-hal indah yang sama sekali tidak pernah terbayang di kepala saya, hati kecil saya mulai penasaran. Lalu saya tanyakan kepadanya,”Grandpa, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidupmu?”

Grandpa berhenti melangkah, memandang cakrawala, dan membisu beberapa saat. Lalu dia berlutut, menggenggam tangan saya, dan dengan air mata berlinang dia mengatakan: “Ketika ibumu dan adik-adiknya masih kecil-kecil, Grandma (nenek) sakit parah dan untuk bisa sembuh, dia harus dirawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali.

Tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan paman-pamanmu kalau aku sedang pergi kerja, jadi mereka kutitipkan di panti asuhan. Para biarawati yang membantuku mengurusi mereka, sementara aku harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Grandma bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah.”

“Yang paling sulit dalam hidupku adalah, aku harus menaruh mereka di panti asuhan. Setiap minggu aku mengunjungi mereka, tetapi para biarawati itu tidak pernah mengijinkan aku mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka. Aku hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Aku selalu membawakan permen setiap minggu, berharap mereka tahu itu pemberianku. Aku hanya bisa menaruh kedua tanganku di atas cermin itu selama tiga puluh menit penuh, waktu yang mereka ijinkan untuk aku melihat anak- anakku, berharap mereka akan datang dan menyentuh tanganku. ”

“Satu tahun penuh kulalui tanpa menyentuh anak-anakku. Aku sangat merindukan mereka. Tetapi aku juga tahu bahwa itulah tahun yang lebih sulit lagi bagi mereka. Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa memaksa biarawati itu mengijinkan aku memeluk anak-anakku. Tetapi kata mereka, kalau diijinkan, itu malah akan lebih memperburuk keadaan, bukan memperbaikinya, dan mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan itu. Jadi aku menurut saja.”

Saya tidak pernah melihat Grandpa menangis. Dia memeluk saya erat-erat dan saya katakan kepadanya bahwa saya memiliki Grandpa terbaik di seluruh dunia dan saya sangat menyayanginya.

Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan acara jalan-jalan istimewa dengan Grandpa itu kepada siapapun. Dari tahun ke tahun kami tetap rajin jalan-jalan, sampai keluarga saya dan kakek-nenek saya pindah ke negara bagian yang berbeda.

Setelah nenek saya meninggal dunia, kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya yakin itulah periode penuh tekanan baginya. Saya memohon kepada ibu saya untuk memperbolehkan Grandpa tinggal bersama kami, tetapi ibu saya menolaknya.

Saya terus merengek, “Ini kan sudah kewajiban kita sebagai keluarga untuk memikirkan apa yang terbaik baginya.”

Dengan sedikit marah, ibu membentak, “Kenapa? Dia sendiri sama sekali tidak pernah perduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak-anaknya!”

Saya tahu apa yang ibu maksud. “Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian,” kata saya.

Ibu saya menjawab,” Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!”

“Hal tersulit baginya adalah harus menaruh ibu dan paman Eddie dan paman Kevin di panti asuhan.”

“Siapa yang cerita begitu padamu?” tanyanya.

Ibu saya sama sekali tidak pernah membicarakan masa-masa itu kepada kami.

“Mom, dia selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Dia selalu membawakan permen setiap kali dia datang. Dia tidak pernah absen setiap minggu. Dia benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!”

“Kau bohong! Dia tidak pernah datang. Tidak pernah ada yang datang menjenguk kami.”

“Lalu bagaimana aku bisa tahu soal kunjungan itu kalau bukan dia yang cerita ? Bagaimana aku bisa tahu oleh-oleh yang dibawanya? Dia benar-benar datang. Dia selalu datang. Para biarawati itulah yang tidak pernah mengijinkan dia menemui kalian, karena kata mereka, akan terlalu sulit bagi anak-anak kalau melihat ayahnya sudah harus pergi lagi. Mom, Grandpa menyayangimu, dan selalu begitu!”

Grandpa selalu beranggapan anak-anaknya tahu dia berdiri dibalik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, dia pikir mereka telah melupakan kunjungan-kunjungannya. Sementara, ibu saya dan adik-adiknya beranggapan dia tidak pernah datang mengunjungi mereka.

Setelah saya menceritakan kebenaran itu kepada ibu saya, hubungannya dengan Grandpa mulai berubah. Dia menyadari bahwa ayahnya selalu menyayanginya, dan akhirnya Grandpa tinggal bersama kami sampai akhir hidupnya.source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Wednesday, October 3, 2012

Badai Pasti Berlalu


Dikisahkan sepasang kekasih yang tinggal di sebuah desa yang indah dan permai hidup rukun menjalin benang-benang cinta. Kian hari bunga cinta mereka kian mekar nan indah mewangi. Mereka berdua berjanji akan seia sekata
dalam suka dan duka, setia sampai mati... Bahkan sang gadis meminta sang pemuda untuk tidak menikah dengan wanita melainkan dirinya seorang.

Masa-masa indah itu mereka lalui dengan berbunga rindu. Ya, masa-masa itu penuh dengan kasih dan sayang, hidup mereka laksana di alam mimpi, tanpa beban dan penuh keluguan. Maklum saja, mereka saat itu masih duduk di bangku SMU, saat-saat di mana jiwa mereka bergelora dimabuk asmara, belum kenyang makan asam garam kehidupan. Tidak bertemu sehari terasa seminggu, tak jumpa seminggu serasa sebulan, rindu sebulan seakan setahun, dan seterusnya. Pendek kata dunia seakan milik mereka berdua…

Pada suatu hari setelah sang pemuda lulus SMU, dihadapkanlah ia pada pilihan yang sulit. Ia harus meninggalkan kampung halamannya dan tentunya juga kekasih yang amat ia cintai untuk mewujudkan cita-citanya. Maka dengan berat hati, sang pemuda pun pergi diiringi isak tangis sang gadis. Ia pegang janji setia kekasihnya dengan penuh keyakinan bahwa kelak pasti mereka akan bertemu kembali menyatukan cinta mereka. "Aku pergi hanya untuk sementara. Aku akan kembali hanya untukmu. Tunggu aku pulang dan setialah padaku." Demikianlah pesan sang pemuda pada kekasihnya. Sang gadis hanya mengangguk dengan linangan air mata membasahi pipi.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun-tahun berlalu pergi. Sang pemuda menjalani hari-harinya di perantauan dengan memendam rindu. Cintanya ia jaga dan terus ia pelihara hanya untuk kekasih hatinya. Ada hari-hari di mana ia ingin sekali pulang dan bertemu dengan kekasihnya. Namun apa daya, gunung, laut dan samudera memisahkan mereka. Akhirnya ia hanya bisa memendam rindunya dalam-dalam sambil berharap waktu berlalu lebih cepat lagi.

Setelah sekian tahun menunggu dan memendam bara rindu, akhirnya saat yang ditunggu datang juga. Sang pemuda pulang ke kampung halamannya membawa selaksa rindu pada keluarga dan terutama kekasihnya. Ia kemasi barang bawaannya dengan bernyanyi riang dan kemudian naik pesawat dengan senyum selalu menghiasi wajahnya. Terbayang betapa bahagianya ia akan bertemu kekasihnya yang telah terpisah sekian lama oleh jarak dan waktu. Terbayang betapa rindunya selama ini akan segera terobati. Ibarat sebuah taman yang kekeringan, bunga-bunga di hatinya akan segera tersirami dan bermekaran.

Tibalah ia di kampung halamannya disambut peluk cium dari keluarganya dengan penuh suka cita. Namun ada yang aneh, ia sama sekali tak melihat sosok gadis yang sangat ia rindukan ada menyambutnya. Dengan penasaran ia mencari-cari, tapi sosok yang dicarinya tak kunjung nampak. Akhirnya, dengan sedikit kecewa ia bertanya pada keluarganya namun keluarganya tidak segera menjawab dan hanya menyuruhnya untuk istirahat terlebih dahulu.

Setelah beberapa hari mencari tahu ihwal kekasihnya, maka terkejutlah ia bukan kepalang. Ternyata kekasihnya telah pindah ke lain hati, telah bersama pemuda lain. Sang gadis telah mengkhianati cinta dan janjinya. Kini, pupus sudah segala rindu, cinta dan sejuta perasaan yang selama ini ia pendam. Musnahlah sudah semua mimpinya…

Tak kuasa menahan luka dan pedih di hatinya, air mata sang pemuda menetes membasahi pipi dengan pandangan mata yang sayu. Dan lebih menyakitkan lagi ketika ia berjumpa dengan sang gadis, ia bersikap seakan tidak mengenal sang pemuda sama sekali. Sikapnya begitu angkuh, congkak dan sombong, berubah 180 dari sosok yang dahulu ia kenal sangat lembut, perhatian dan sangat sayang padanya. Hampir-hampir sang pemuda tidak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Tak percaya…, tapi itulah kenyataannya. Sepedih apa pun perasaannya, itulah yang harus ia terima sebagai realitas hidupnya. Tiada yang terlukis di hatinya saat itu selain kepedihan luka selaksa sayatan sembilu.

Hari-hari berlalu, kenyataan pahit itu bak mimpi buruk yang menghantui dalam tidurnya. Sulit rasanya menerima kenyataan yang bertolak belakang dengan apa yang diinginkan. Sulit sekali rasanya harus mencabut cinta yang telah berurat dan berakar sangat dalam. Muka ditampar mungkin sehari akan sembuh, tapi hati dilukai siapa yang akan mengobati. Kenangan indah masa lalu bagai mimpi, hanya sekejap singgah lalu pergi…

Love is blind , begitu kata pepatah. Mungkin karena cinta bisa membutakan mata hati dari akal yang sehat. Demikian juga karena putus cinta, seseorang bisa bunuh diri karena akal sehatnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena terhalang emosi yang membabi buta. Rasa marah, kecewa, takut, sedih, frustasi, merana bergabung jadi satu. Akhirnya pikiran merasa overload atau kelebihan beban dari kapasitas yang seharusnya. Jadi stres dech…

Renungan
Nah sahabat, bukan sebuah keputusasaan perasaan yang hendak saya kemukakan. Tapi segera setelah kenyataan pahit yang dialami sang pemuda, seiring berjalannya waktu, ia bertanya pada hati kecilnya, ia (baca: emosinya) berdebat dengan akal sehatnya tentang apa yang benar yang harus dilakukan dan tentang hal bodoh yang harus ia tinggalkan. Ia berjuang mati-matian melawan dirinya sendiri, ia memulai pencarian diri, mencari hakikat hidup yang sebenarnya…

Banyak remaja atau muda-mudi yang terjebak dalam perasaan yang salah dalam menghadapi situasi yang populer dengan sebutan " broken heart" ini, yang kalau dibiarkan akan berakibat mengerikan dan berkubang dalam kesedihan berlarut-larut atau pelampiasan emosi yang menghancurkan masa depan. Seperti lari pada minuman keras, narkotika, pergaulan bebas, dan lain sebagainya. Akhirnya fenomena ini menjadi seperti lingkaran setan.

Padahal tidak ada yang kekal di dunia ini. Apa pun yang namanya kesedihan, kekalahan, keputusasaan, perasaan hancur, dan keadaan buruk yang tidak kita sukai sejenis itu hanyalah sementara. Sebagaimana kata orang bijak, "Badai Pasti Berlalu."

Maka sahabat, jangan ada kata patah hati, jangan ada kata putus asa! Yang ada hanyalah belajar dan terus belajar dari kehidupan, guna meraih sukses sejati, sukses dunia-akhirat!

Semoga bermanfaat…source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Wednesday, September 26, 2012

Keajaiban Cinta Yang Terpendam

Mengungkapkan perasaan cinta bagi sebagian orang memang bukanlah suatu hal yang mudah apalagi bagi seorang wanita. Sehingga akhirnya hanya akan membuatnya memutuskan untuk membiarkan semuanya terjadi.

Walaupun hal ini bisa mengakibatkan suatu dilema cinta yang menyakitkan hatinya.

Apabila tidak dapat diatasi maka akan terus membelit perasaan hingga sakit. Batinnya akan menjadi tersiksa karena memiliki rasa cinta yang tidak diketahui oleh orang yang anda cintai. Ungkapkanlah perasaan hati anda sebelum semuanya menjadi terlambat dan menjadi suatu penyesalan.

Kisah nyata ini terjadi di Beijing China. Seorang gadis bernama Yo Yi Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.

Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum "Aku harap kau bahagia". Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.

12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yang akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang, sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus dan tidak ceria bertanya, "Apa yang terjadi dengamu, kau ada masalah?"

Yi mei tersenyum semanis mungkin "Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa apa, wah contoh undangannya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut…" Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.

Sahabatnya tersenyum "Oh ya, hmmm... aku akan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei. Aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat lihat perabotan rumah… daag". Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.

18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma karena Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Sangat kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “Mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya.

Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri telah setuju untuk memberikan “Suntik Mati“ pada Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan yang dialami oleh Yi Mei.

Pada 10 Desember 1994, semua keluarga telah ikhlas dan setuju bahwa besok tanggal 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan hanya sahabat Yi Mei yang memohon untuk diberi kesempatan berbicara yang terakhir dengannya.

Sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersamanya. Ia mendekat dan berbisik di telinga Yi Mei,  " Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu ?… kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukuman ya?"

"Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, ketika kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari. Kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor ?… Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu?… Aku tak pernah melupakan hal itu…"

" Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, apakah kau tega meninggalkan sahabatmu ini?…." Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya pun mulai menetes membasahi wajah Yi Mei.

" Mei… kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, apakah kau tahu kenapa?… karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu karena takut kau menolakku. "

" Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei … bangunlah…!!“ Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan“

" Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat…!! kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu… aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku, sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei…"

“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli… tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“

Sahabat Yi mei berbisik " Aku sayang kamu, aku mencintaimu " suaranya terdengar parau karena tangisan. Dan apa yang terjadi?…. Its amazing !! " Keajaiban CINTA " bisa menyembuhkan segalanya.

7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan dalam diri Yi Mei, jari tangan Yi Mei telah bisa bergerak, jantungnya, paru parunya dan organ tubuhnya bekerja, sungguh sebuah keajaiban !! Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah mujizat lagi… masa koma lewat…. pada tgl 11 Des 1994.

Pada tanggal 14 Des 1994, saat itu Yi Mei bisa membuka matanya dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia pun memeluk Yi Mei dan menangis bahagia. Dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi. " Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik " Sahabatnya memeluk erat Yi Mei .

Yi Mei tersenyum serta berkata, " Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku. Tahukah kau aku selalu ingin mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup ". " Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu ". Lei memeluk Yi Mei dan berkata " Aku sangat mencintaimu juga ".

Pada tanggal 17 Februari 1995, Yi Mei dan Lei menikah, mereka hidup dengan bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini sudah memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Saturday, September 15, 2012

Sedikit Tip Cara Menyelesaikan Masalah Dengan Pacar


Yang namanya masalah dalam pacaran, bukan berarti alasan untuk berkata putus. Masalah selalu ada selama kita masih hidup di dunia. Bahkan orang paling bahagia sekalipun, tak luput dari ma
salah.

Buang ego mu dan selesaikan masalah dengan pacar lewat 5 cara berikut:

Jangan mencari siapa yang menang atau kalah. Benar atau salah. Hindari perdebatan seperti itu. Lebih baik, gunakan akal sehat untuk mencari ego kita bersama.

Masalah ada untuk menjadi lebih baik.

Meski marah, jangan lantas mengijinkan mulut untuk mengucapkan sumpah serapah. Kebon binatang apalagi. Saat emosi tak terbendung, tunda dulu pembahasan. Sampai saat waktunya hati sudah tenang kembali, bicarakan lagi dengan si dia.

Minta maaf tak berarti kamu kalah. Minta maaf juga bisa membuat si dia melihat kembali siapa pacarnya selama ini.

Masa lalu ada untuk membuat masa kini menjadi lebih baik. Karena itu jangan ungkit permasalahan yang dulu sudah kamu selesaikan. Fokus saja pada masalah yang terjadi sekarang.

Masalah jangan disimpan, tapi diselesaikan. Tapi ada benarnya juga jika ditunda dulu sampai hati siap bicara. Masalah harus diselesaikan, tapi bukan saat itu juga.

Seringkali terjadi masalah kecil bisa menjadi besar bahkan sampai berakibat putusnya hubungan. Jika menanggapinya dengan baik, masalah bisa membawa kita kepada hubungan yang lebih romantis dan saling mengerti satu sama lain.source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Mengobati Sakit Karena Penghianatan Cinta !


Ina tak menyangka kekasihnya mengkhianatinya. Justru beberapa saat sebelum acara pengikatan cinta mereka. Yang lebih sakit lagi kekasihnya mengalihkan cinta pada Ita, sahabat karibnya. Seseorang
yang menjadi yang telah dipercaya sepenuhnya.

Ina dan Ita bersahabat sejak kecil. Tak tahu kapan persisnya. Mungkin sejak keluarga mereka boyongan ke perumahan baru di daerah Rungkut. Mereka bertetangga dalam satu perumahan meski beda gang.

Mereka sudah akrab meski sekolah SD-nya beda. Namun sejak SMP mereka satu sekolah dan berlanjut ke SMA. Waktu kuliah juga satu universitas meski beda fakultas.

Tentu saja persahabatan yang terbentuk ini menjadi sangat kental. Mereka melakukan banyak hal bersama; bermain, menonton, belanja, bahkan berbagi rahasia tentang pacar mereka. Persahabatan mereka tak putus bahkan setelah mereka bekerja.

Kini Ina bekerja di sebuah perusahaan media massa. Sedangkan Ita bekerja di sebuah perusahaan manufaktur. Di tempat kerjanya ini, Ina mendapatkan kekasih. Sebut saja Arman. Dia teman kantornya.

Jalinan kasih yang dirajut mereka sangat serius. Sehingga mereka memutuskan mengikatnya secara resmi. Persiapan demi persiapan telah dilakukan. Mencari merchandise yang unik, mendesain undangan yang cantik, melihat lokasi tempat prosesi pernikahan dan lainnya.

Selama itu Ita teman akrab Ina sering ikut menemani mereka. Bahkan Ina menyuruh mereka berdua pergi menyiapkan sesuatu bila Ina berhalangan karena pekerjaan. Karena tak heran Ita juga akrab dengan Arman.

Namun ketika persiapan sudah semakin matang, masalah itu muncul. Seperti saya jelaskan di atas, kita tak berharap adanya masalah. Tapi masalah kadang muncul.

Arman ternyata berkhianat. Dia ternyata diam-diam mengalihkan cintanya ke Ita. Tentu saja berjalannya sangat lancar. Karena Ina tak curiga sedikit pun kalau mereka berdua berjalan bareng.

Satu kali pengkhianatan cinta sudah menyebabkan sakit hati yang sangat. Apalagi dua kali di waktu bersamaan! Sakitnya pasti tak terperikan. Untuk yang tak kuat mental, bisa fatal akibatnya.

Ina shock berat. Dia tak percaya kejadian ini. Bagaimana mungkin sahabat yang dipercaya melakukan seperti ini. Dia menangis berhari-hari. Berbulan-bulan dia menyesali takdirnya. Menyesali pindah ke perumahan itu sehingga ketemu Ita. Menyesali bekerja di perusahaan itu karena bertemu dengan Arman yang kemudian memisahkan persahabatan dengan Ina. Bahkan menyesali dilahirkan di dunia. Ingin rasanya mengakhiri hidup.

Dia tak tahu bahkan tak peduli apa yang akan terjadi esok. Sehari-hari dia murung mengurung diri di kamar. Keluarganya sudah rela mendukungnya dengan pindah rumah, karena tak mungkin lagi bertetangga dengan keluarga Ita. Jangan tanya dengan pekerjaan. Ina sudah mengundurkan diri. Karena pasti tak sanggup ketemu lagi dengan Arman termasuk gunjingan teman kantor.

-----------------------------------------------



Pepatah bilang “Malang tak bisa ditolak, untung tak bisa dikejar.” Kadang hidup di dunia terasa seperti memecahkan satu misteri ke misteri lain. Misteri karena kita memang tak tahu apa yang terjadi di masa depan. Tak perlu jauh puluhan tahun ke depan, besok saja kita juga tak tahu.

Seperti saya alami beberapa waktu lalu. Bangun tidur di pagi hari terus mandi. Eh ternyata saluran pembuangan kamar mandi buntu. Lantainya menjadi banjir. Anehnya malamnya masih lancar. Dan ketika saya jalankan mobil, indikator mesin menunjukkan rusak. Aneh, sebelumnya tidak apa-apa.

Ternyata ketika mengetahui masalah saluran air pembuangan dan kerusakan mobil itu, ada 2 masalah lain yang muncul. Jadi ada 4 masalah muncul bersamaan. Remeh tapi menjengkelkan. Bikin sakit hati juga.

Namun saya sadar selama hidup di dunia permasalahan selalu ada. Yang dilakukan bukan bagaimana menghilangkan masalah atau menihilkan masalah. Tak mungkin! Yang harus kita lakukan adalah bagaimana menghadapi masalah sebaik mungkin. Ya sebaik mungkin. Karena kita juga tak tahu apakah solusi yang kita pakai juga tepat.

Setiap saat kita harus bersiap adanya masalah. Bukan kita berharap adanya masalah. Bukan. Tapi tidak menjadi kaget atau shock bila ada masalah. Apalagi sesuatu yang tidak sangka sebagai masalah. Seperti yang dialami oleh Ina.source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Wednesday, September 12, 2012

Kisah Mantel Kuning

Rinai hujan selalu membuat saya terharu. Rintiknya, mengingatkan pada masa-masa yang telah lalu. Begitu pula hari ini. Dulu, sewaktu kecil, saya ingin sekali punya mantel hujan. Kuning, itu warna yang saya inginkan. Teman-teman saya yang lain telah memilikinya, dan mereka tampak gagah dengan mantel itu. Untuk anak kelas 2 SD, semua yang berwarna cerah, akan selalu tampak indah. Namun sayang, Ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. Walau sempat kecewa, saya harus menurut, dan menahan keinginan untuk mempunyai mantel kuning itu.

Walau begitu, saya tetap kesal. Dan rasa itu memuncak ketika saya harus pulang dari sekolah. Hari itu hujan begitu deras. Saya makin kecewa dengan Ibu. Sebab, jika ada mantel, tentu saya tak perlu kena hujan, dan bisa bergabung bersama teman-teman yang lain. Kesal, dan marah, begitulah yangsaya rasakan saat itu. Sementara yang lain tertawa dan menikmati hujan, saya harus berjalan pulang dengan tubuh yang basah kuyup.

Ah..di tengah perjalanan, saya bertemu dengan Ibu. Dia tampak membawakan payung untuk saya. Karena terlanjur marah, saya tak menerima payung itu, dan ngambek, untuk tetap pulang tanpa payung. Walau begitu, ia tampak ingin melindungi saya dengan payungnya. Mendekap, agar saya tak terlalu basah terkena hujan. Hujan makin deras, dan kami pun berjalan pulang, walau saya tetap ngambek dan menolak untuk di payungi. Sesampainya di rumah, tingkah itu terus saya perbuat. Saya tetap menolak untuk berganti pakaian. Akhirnya dengan sedikit terpaksa, hal itu saya selesaikan. Ibu, kemudian datang dengan handuk, dan langsung menyelubungi saya dengan handuk itu. Ada kehangatan yang segera menyergap. Saya menjadi lebih tenang. Tetap, tak ada kata-kata yang keluar dari Ibu, selain terus menghangatkan saya dengan handuk itu. Tangannya terus membersihkan setiap air hujan yang ada di badan. Diseka nya kepala saya, agar tak nanti tak membuat sakit. Masih dalam diam, Ibu kemudian memberikan pakaian ganti. Setelah itu, dia masih menyodorkan teh manis hangat buat saya. Ya, segelas teh manis, sebab, susu coklat, adalah hal yang jarang saya rasakan saat itu. Ya, kehangatan kembali hadir dalam tubuh. Walau saya mungkin tak mengerti apapun, saya yakin, ada kehangatan lain yang diberikan Ibu saat itu.

Ya, teman, begitulah. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning seperti yang saya impikan. Namun, payungnya telah membuat saya aman. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning untuk terhindar dari hujan, namun, dekapannya membuat saya terhindar dari apapun. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning itu, namun, handuk hangatnya melebihi setiap kehangatan yang mampu diberikan setiap mantel. Ibu mungkin tak mampu membelikan mantel kuning, namun, usapan lembutnya, adalah segalanya buat saya.

Ibu mungkin tak menjemput saya dengan mobil atau kendaraan lain, namun lingkaran tangannya di tubuh saya, adalah dekapan yang paling indah. Ibu mungkin tak bisa memberikan susu coklat, namun, teh manisnya, lebih berharga dari apapun. Ibu mungkin tak bisa memberikan saya banyak hal lain, namun, dekapan, usapan, uluran tangan, perhatian, kasih sayang, sudah cukup sebagai penggantinya.

Ya, rintik hujan selalu membuat saya terharu. Terima kasih buat Ibu yang tak membelikan saya mantel kuning. Karena, apa yang telah diberikannya selama ini, jauh melampaui semuanya.

terkadang ukuran cinta yg diberikan ortu kita, tak bisa dinilai dg brp banyak materi ato warisan yg diberikan kpd kita. Namun………. cinta, kasih sayang dan perlindungan yg mereka berikan, itulah yg menjadi harta terbesar yg pernah kita dapatkan
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Friday, April 27, 2012

3 Sudut Cinta


Tiga sudut segitiga cinta berisi :Intimacy (keintiman),Passion (gairah) dan Commitment (komitmen).

Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.


Commitment atau komitmen adalah sebuat keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut "until death do us apart".

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga.Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila) .
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Tuesday, April 24, 2012

Bicaralah dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapatajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan ata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Sunday, April 8, 2012

Telinga Untuk Kamu

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia

mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Friday, April 6, 2012

Hidup Untuk Memberi

Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, boleh kakak bertanya ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!, dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya. Oh.. tidak! , kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?

Lalu ,Adik kecil ini mulai bercerita, Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma ,setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.

Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.

Yang ibu ku selalu katakan hidup harus berarti buat banyak orang , karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.

Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, Apa yang kita bawa?. Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu

Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.

"Hidup akan berarti jika kita mau membagikan sesuatu untuk orang lain dan tidak hanya fokus untuk menyenangkan diri kita sendiri "
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Tuesday, April 3, 2012

Pohon, Daun dan Angin

DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal ?

POHON

Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.

AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.


AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...

Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. ..

Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..

Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja.

AKU menyukainya. .sangat menyukainya. .

Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya dan kekuatannya. ..

Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...

AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...

AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...

AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..

AKU merasa dia adalah "sahabatku". ..

AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...

Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...

Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...

Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.

Esoknya, matanya bengkak..dan merah...

AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...

but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...

Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. .

Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..

Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...

Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...

AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...

AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...

Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.. .

AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia...

AKU juga sedih...

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...

Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...

Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...

AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...

Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...

AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik, penuh energi dan menarik...

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...

Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya.. .

Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apadaya...

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...

Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. ..

Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...

SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"

DAUN

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?

Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat".

Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...

AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...

Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.

Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...

Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.

Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...

AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?

Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?

Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...

Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...

AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...

Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tau kesukaannya.

..kebiasaannya. ..

Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...

Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?

Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya. ..memberinya perhatian...

menemani. ..dan mencintainya. ..

Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..

Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapka n mengirimku SMS...

AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...

Karena itu, AKU menunggunya. ..

3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu...

Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...

Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...

Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...

AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!..

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...

Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku...

AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...

Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...

AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...

"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"

ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...

karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...

Angin akan meniup Daun terbang jauh...

Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...

Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...

Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...

Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...

Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. ..seperti daun yang suka melihat Pohon.

Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan.. .

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...

Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...

Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...

AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...

Dia sangat kaget...

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...

Esoknya...dia datang...menghampir iku dan memberikan kembali kertas itu...

Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.

AKU melihat kearahnya... kuhampiri dengan kata2 itu...

Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telp ku...

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku.. .

Selama 4 bln, AKU tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...

Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak menyerah...

Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....

Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?

Mengapa kau selalu membisu?"

Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...

"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...

"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...

Kuletakkan telephone... ...melompat. ...berlari seribu langkah...ke rumahnya...

Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...

"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Monday, April 2, 2012

Mawar Dari Surga

14 Februari 2011
Dua minggu yang lalu pesawat yang ditumpangi Arga telah dinyatakan hilang, hingga hari ini pesawat yang ditumpangi Arga belum ditemukan. Arga adalah suamiku, kami menikah sekitar tiga bulan yang lalu. Saya mulai pasrah menerima keadaan ini. Beberapa kerabat sering datang ke rumah untuk memberi dukungan doa dan penguatan.

Kupandangi seikat bunga layu di dekat foto Arga. Bunga layu itu adalah hadiah valentine dari Arga untukku setahun yang lalu. Sekalipun Arga bukan sosok yang romantis, ia sering memberi kejutan-kejutan kecil kepadaku. Memberi bunga padaku saat Valentine adalah salah satu hal wajib bagi dia.


Hari ini sebenarnya adalah Valentine pertama bagi pernikahan kami. tapi Arga malah pergi meninggalkan aku.

...

Permisi.. kudengar suara orang mengetuk pintu. Segera aku menuju pintu dan membukanya.

Apakah ini rumah Ibu Arga ? tanya orang itu.

Ya saya sendiri. Jawabku

Ini bu.. cuma mau mengantar kiriman bunga dari Bapak Arga. Katanya sambil menyodorkan seikat Bunga Mawar yang sangat indah. Aku baca tulisan di kertas kecil, terdapat tulisan Semoga aku mencintaimu lebih lagi di tahun ini.. (Arga)

Aku menerimanya sambil melongo

Tapi.. tapi.. Bapak Arga telah hilang ..dan mungkin telah tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat beberapa waktu lalu.. Kataku pada pengantar bunga itu setengah tidak percaya.

Lho kok bisa ? kata pengantar bunga itu. Kemudian dia mengambil HP dari saku dan menelepon atasannya. Mungkin dia ingin memastikan bahwa itu bukan bunga salah alamat atau kiriman orang iseng.

Agak lama dia menelepon. Aku juga tidak begitu jelas mendengar percakapannya dengan atasannya.

Begini bu, ini memang benar-benar bunga dari Bapak Arga. Pengantar bunga itu akhirnya berkata, Bapak Arga sendiri yang memesan bunga ini sekitar tiga bulan yang lalu, dan dia ingin agar bunga-bunga ini di antar pada tanggal 14 Februari

Dia melanjutkan, Bapak Arga telah memesan sepuluh ikat bunga kepada kami, dia ingin kami mengantarkannya kepada anda setiap tahun pada tanggal 14 Februari, hingga 10 tahun ke depan. Bapak Arga juga telah menulis 10 kartu ucapan dengan kalimat-kalimat yang berbeda untuk diselipkan dalam setiap ikatan bunga pesanannya.

Tiga bulan yang lalu.. setahuku itu adalah bulan saat kami menikah.

...

14 Februari 2012
Hari ini bunga mawar itu dikirim lagi oleh pengantar bunga itu. Aku tersenyum saat pengantar bunga itu menyodorkan bunga itu kepadaku.

Setelah meletakkannya di dekat foto mendiang suamiku, aku potong salah satu bunga itu, dan memegangkannya ke tangan mungil anak pertamaku. Bayi kecil lucu itu, yang mewarnai hari-hari indahku akhir-akhir ini.

Ini nak.. ada bunga dari Bapak.. kataku lirih.

Aku sengaja memberinya nama Arga Samudra sama persis dengan nama bapaknya, agar kelak dia punya kekuatan untuk mencintai, setulus bapaknya.
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Pertanyaan Terpenting

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan yang aku yakini dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.

Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.

Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa. katanya beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.

Tinggal pertanyaan ke-10.

Ini pertanyaan terakhir. kata dosen itu.

Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini ! katanya.

Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.

Ini serius ! lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !

Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.

Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban kosong pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi pertanyaan aneh itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.

Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.

Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !

Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, Kenapa Pak ?

Kata dosen itu sambil tersenyum,Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter. Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Yang Paling Kau Sayangi

Dalam sebuah rumah mewah, hiduplah sepasang suami istri. Mereka sangat harmonis dan sudah meraih kehidupan yg mapan.

Namun setelah 10 thn menikah mereka belum juga dikarunia seorang anakpun. Mereka benar2 saling mencintai, tetapi karena desakan berbagai pihak akhirnya si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tidak mampu memberinya seorang anak sbg pewaris. Setelah berdebat lama & cukup sengit, si istri yg terluka hatinya akhirnya menyerah.

Melalui percakapan berkali-kali dgn berat hati orang tua mrk menyetujui dengan syarat, sebelum bercerai mrk harus mengadakan pesta perpisahan layaknya pesta pernikahan mereka dulu.


Maka pesta megah diselenggarakan, pesta yg tidak membahagiakan siapapun. Si Suami tampak tertekan & meneguk anggur sampai mabuk berat, sementara si istri sesekali menghapus air matanya.

Disaat tak terduga si suami yg mabok dgn lantang berkata, "Istriku, saat kau pergi nanti, semua barang berharga atau apa pun yg kau sukai dan kau sayangi, boleh kau bawa & menjadi milikmu!" Setelah berkata demikian ia kembali meneguk anggur sampai tak sadarkan diri.

Keesokan harinya dgn kepala berat si suami terbangun & sadar bhw ia tdk tdr di kmrnya. Ia tdk mengenali kamar itu selain sosok yg sdh dikenalnya ber-tahun2, disampingnya, yaitu istrinya. "Ada di manakah kita? Apakah aku masih mabuk & bermimpi?"

Dgn penuh cinta si istri menjwb, "Kita di rmh org tuaku. Td malam, didepan para tamu kamu mengatakan bhw aku boleh membawa apa saja yg kusayangi. Di dunia ini tidak ada brg yg lbh berharga & kusayangi dgn sepenuh hati selain kamu. Karena itu kamu kubawa ke rumah org tuaku"

Si suami termenungdan segera menyadari betapa besar rasa sayang istrinya itu , lalu ia memeluk istrinya, "Maafkan aku sayang, karena aku bodoh & tidak menyadari dalamnya cintamu pdku. Walau aku telah menyakitimu & ingin menceraikanmu, tetapi kau malah membawaku bersamamu ".
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com

Saturday, March 31, 2012

Pancake Buat Tuhan

Brandon bocah berumur 6 tahun. Suatu hari sabtu pagi, dimana biasanya orang tuanya tidak bekerja dan tidur sampai agak siang, Brandon menyiapkan sebuah kejutan. Ia berencana membuat pancake. Ia mengambil sebuah mangkuk besar, sendok, menggeser kursi ke pinggir meja, dan menarik sebuah tupperware berisi tepung yang berat, menumpahkan sebagian isinya ke lantai.

Lalu ia mengambil tepung itu dengan tangannya, sebagian berserakan di meja makan, lalu mengaduknya dengan susu dan gula sehingga bekas adonan berceceran di sekelilingnya. Ditambah lagi dengan beberapa telapak kaki kucingnya yang ingin tahu apa yang sedang terjadi. Brandon tampak tertutup dengan tepung dan kelihatan sangat frustasi. Yang dia inginkan hanya membuat sesuatu untuk menyenangkan mama dan papanya. Tapi kelihatannya yang terjadi malah sangat amat buruk.


Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa, apakah memasukkan adonan ke dalam oven atau dibakar di perapian. Lagipula dia tidak tahu cara menyalakan api di kompor atau di oven. Tiba-tiba dia melihat kucingnya menjilati isi adonannya dan secara reflek mendorong si kucing agar tidak memakan adonan itu.

Si kucing terlempar, membawa serta beberapa butir telur mentah yang ada di meja. Dengan cemas ia berusaha membersihkan telur yang pecah itu, tetapi justru terpeleset karena licinnya lantai yang kini dipenuhi dengan tepung, membuat pakaian tidurnya putih dan lengket. Dan saat itu jugalah dia melihat papa berdiri di dekat pintu. Air mata akhirnya berjatuhan di pipi Brandon. Yang ingin dia lakukan adalah berbuat baik, tetapi justru kekacauan yang luar biasa yang ia buat. Kini ia hanya dapat pasrah menantikan omelan, jeweran atau mungkin malah pukulan. Tetapi papa hanya memandang dia. Lalu berjalan melewati semua kotoran yang ia buat, mengangkat dan menggendong anaknya yang kini sedang menangis sehingga baju tidur papa ikut menjadi kotor.

Papa memeluk dan mencium Brandon.

Begitulah Tuhan berperkara dengan kita. Kita ingin berbuat sesuatu yang baik, tetapi malah kekacauan yang kita hasilkan. Pernikahan menjadi kacau, sahabat karib bertengkar, kita tidak tahan dengan keadaan di tempat kerja, kesehatan kita memburuk. Semua ini terjadi justru karena kita ingin berbuat yang baik. Kadang kala yang tersisa hanya tangisan karena tidak ada lagi yang dapat kita lakukan. Di situlah saatnya kita menerima kasih dan pelukan Tuhan.

Bila anda merasakan kasih Tuhan mengetuk di pintu hati anda hari ini, jangan menolakNya.
source : kisahmotivasihidup.blogspot.com
repost by : ceritabos.blogspot.com